Nyamuk itu makhluk yang rakus. Mereka bisa menghisap nektar bunga, tapi juga tak segan mengincar darah entah itu darah ayam, tikus, bahkan buaya dan katak. Tapi manusia? Rupanya kita punya daya tarik khusus. Sebuah studi terbaru mengungkap, begitu manusia masuk ke kawasan liar, nyamuk-nyamuk itu seolah melupakan menu lainnya dan fokus mengincar kita.
Kesimpulan itu didapat setelah tim peneliti di Brasil meneliti 145 sampel nyamuk betina dari sebuah cagar alam di Hutan Atlantik. Kawasan itu sendiri sudah sangat terkikis oleh deforestasi. Yang menarik, beberapa spesies nyamuk yang diteliti menunjukkan ketertarikan yang sangat kuat pada manusia.
Jeronimo Alencar, ahli biologi dari Institut Oswaldo Cruz yang terlibat dalam studi ini, menyebutnya dengan jelas: ada "preferensi yang jelas untuk menghisap darah manusia."
Studi yang terbit di jurnal Frontiers in Ecology and Evolution pada pertengahan Januari 2026 ini sebenarnya mengonfirmasi apa yang sudah lama diduga. Penggundulan hutan mempertemukan manusia dan nyamuk lebih sering. Dan itu berbahaya. Nyamuk bukan sekadar pengganggu, mereka pembawa maut Zika, demam berdarah, malaria, ensefalitis. Semuanya bisa berakibat fatal.
Artikel Terkait
Simpanse Jenius Ai, Penghuni Laboratorium Kyoto University, Tutup Usia
Sahur Jadi Prime Time Baru di Era Digital, Trafik Internet Melonjak 90%
Redmi Note 15 Siap Hadapi Tantangan Ekstrem, Tahan Air 24 Jam dan Baterai 6 Tahun
Spirulina: Sumber Protein Masa Depan yang Tumbuh Subur di Bumi Tropis