Operasi tangkap tangan KPK kembali mengguncang Bekasi. Kali ini, ruang kerja sang bupati sendiri, Ade Kuswara Kunang, ikut disegel oleh penyidik. Kejadiannya berlangsung Kamis malam, sekitar pukul tujuh.
Menurut petugas sekuriti di Gedung Bupati, tiga orang berpakaian preman dan bermasker tiba-tiba muncul. Mereka menunjukkan identitas sebagai penyidik KPK.
"Tiga orang pakai masker semua, masuk menunjukkan identitas KPK," ujarnya.
Tanpa banyak bicara, ketiganya langsung menuju lantai dua. Tujuannya jelas: ruang kerja bupati. Hanya setengah jam kemudian, mereka keluar. Yang berubah, dua pintu akses ke ruangan itu kini sudah dilengkapi segel berwarna merah. Setelah itu, ketiga penyidik itu seolah menghilang. Diduga, mereka keluar lewat akses samping yang terhubung ke gedung lain.
Di sisi lain, operasi ini ternyata lebih besar dari yang terlihat. Sebelum penyegelan, KPK sudah lebih dulu bergerak di lapangan.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan. "Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogres," katanya kepada awak media.
Ia kemudian mengungkapkan, "Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang."
Namun begitu, identitas kesepuluh orang yang diamankan itu masih ditutup rapat. KPK punya waktu satu kali dua puluh empat jam ke depan untuk memberi kejelasan status mereka. Masyarakat pun menunggu, siapa saja yang terjaring dalam OTT kali ini dan bagaimana kaitannya dengan ruang kerja yang kini tertutup segel.
Artikel Terkait
Polisi Gugur Ditembak Begal saat Gagalkan Pencurian Motor di Bandar Lampung
Prodia Science Award 2026 Digelar untuk Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis Riset dan Teknologi Prediktif
Polisi Gugur Ditembak Saat Gagalkan Pencurian Motor di Bandar Lampung
Pertamina Catat Transaksi dan Potensi Bisnis UMKM Binaan Capai Rp10,6 Miliar di Inabuyer Expo 2026