Prodia Science Award 2026 Digelar untuk Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis Riset dan Teknologi Prediktif

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:45 WIB
Prodia Science Award 2026 Digelar untuk Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis Riset dan Teknologi Prediktif

Perkembangan kesehatan global saat ini tengah bertransformasi menuju pendekatan yang lebih preventif dan prediktif. Inovasi berbasis riset menjadi pilar utama dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan, terutama di tengah meningkatnya prevalensi penyakit kronis serta tuntutan akan layanan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sebagai upaya mendorong lahirnya inovasi kesehatan berbasis sains, Prodia Education and Research Institute (PERI) menghadirkan Prodia Science Award 2026. Ajang penghargaan ilmiah ini dirancang menjadi wadah apresiasi bagi para peneliti, akademisi, dan klinisi di Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang biomedis.

“PERI bersama Prodia berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ketua Dewan Pengurus PERI, Endang Hoyaranda, dalam keterangan pers, Sabtu, 9 Mei 2026.

Endang menjelaskan bahwa kegiatan ini menyoroti pentingnya kemampuan memprediksi risiko kesehatan melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi modern. Beberapa teknologi yang dimaksud mencakup analisis biomarker, big data, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong transformasi layanan kesehatan yang tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan, melainkan juga pada pencegahan sejak dini.

Puncak acara digelar di Prodia Tower, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 undangan yang terdiri dari dekan fakultas kedokteran, akademisi, peneliti, klinisi, serta jajaran manajemen Prodia Group dan PERI.

“Lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik, di mana riset, inovasi, dan kolaborasi menjadi pondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tegas Endang.

Sementara itu, Founder dan Komisaris Utama Prodia sekaligus Chairman PERI, Andi Wijaya, membagikan perjalanan Prodia selama lebih dari lima dekade dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai inisiatif ilmiah, publikasi jurnal, hingga pembentukan sister company yang mendukung ekosistem kesehatan dan inovasi biomedis di Indonesia.

Acara ini juga menghadirkan Dewi Muliaty sebagai keynote speaker. Ia membawakan materi mengenai perkembangan industri biomedis dan pentingnya inovasi berbasis riset dalam membangun sistem kesehatan masa depan yang lebih presisi dan berkelanjutan.

Sebagai bagian utama dari rangkaian acara, diumumkan tiga pemenang dari berbagai institusi di Indonesia yang telah melalui proses seleksi dan penjurian ketat. Para pemenang memperkenalkan inovasi riset biomedis yang dinilai memiliki potensi implementasi nyata dalam mendukung perkembangan layanan kesehatan nasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar