Indonesia membuka pintu lebar-lebar bagi industri teknologi. Itu pesan utama yang disampaikan pemerintah. Kenapa? Ternyata, dukungan untuk membangun kecerdasan buatan di dalam negeri dinilai sangat mendesak.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dengan tegas menyatakan kesiapan Indonesia. Negara ini, katanya, terbuka bagi segala inisiatif pengembangan teknologi masa depan termasuk kecerdasan buatan atau AI baik dari investor maupun inovator dari seluruh dunia.
“Kita sangat terbuka dengan segala inisiatif untuk membangun industri emerging technologies yang ada di Indonesia, termasuk juga AI,” ujar Nezar.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Diskusi Publik “Menjelajah Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional, Pijakan untuk Berdikari”, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis lalu.
Menurut Nezar, posisi Indonesia kini makin diperhitungkan. Banyak pihak yang tertarik kerja sama. Karena itu, pemerintah siap memberi dukungan, tak terkecuali insentif, bagi perusahaan teknologi global yang mau menanamkan modalnya di sini.
“Ada banyak peminat, para investor, dan juga sejumlah negara yang menginginkan kerja sama dengan Indonesia untuk membangun industri strategis yang penting ini,” kata dia.
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026