Denada Akui Ressa Rosano sebagai Anak Kandung, Minta Maaf karena Tak Bisa Membesarkannya

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:15 WIB
Denada Akui Ressa Rosano sebagai Anak Kandung, Minta Maaf karena Tak Bisa Membesarkannya

Lewat sebuah video di Instagram, Denada akhirnya bicara. Penyanyi berusia 47 tahun itu dengan tegas mengakui Ressa Rosano sebagai anak kandungnya. Pengakuan ini datang setelah berhari-hari publik digegerkan oleh klaim seorang pria 24 tahun yang menyebut dirinya anak sulung Denada.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya,” ucap Denada dalam video yang diunggah di akun @denadaindonesia, Senin lalu.

Suaranya terdengar jelas, meski raut wajahnya terlihat lelah. Dia tak cuma mengakui, tapi juga meminta maaf. Maaf karena tak bisa membesarkan Ressa sejak bayi. Denada beralasan, kondisi psikisnya saat itu sedang tidak baik-baik saja.

“Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa, karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ujarnya.

Permintaan maafnya berlapis. Dia juga menyesali pengakuan yang datang terlambat puluhan tahun. Menurut Denada, ini adalah sebuah kekhilafan, bahkan kebodohan darinya. Video itu jelas menjadi upayanya menjawab tuntutan yang belakangan mencuat.

Soal tuntutan itu, bermula dari Ressa Rizky Rosano, pria asal Banyuwangi yang tiba-tiba mengaku sebagai anak Denada. Selama 24 tahun, ia dibesarkan oleh keluarga dari pihak ibu Denada, Emilia Contessa. Kisahnya baru terungkap ke publik lewat sebuah kasus perdata keluarga yang berbelit.

Namun begitu, dalam perbincangannya dengan Denny Sumargo, Ressa mengaku sudah tahu sejak SMP bahwa Denada adalah ibunya.

“Tapi kayaknya Mbak Dena itu enggak tahu kalau aku sudah tahu. Sebetulnya mulai dulu (ingin) pengakuan. Tapi kan Ressa bingung mau ngomongnya gimana? Karena Ressa pun enggak dekat kan sama Mbak Dena,” tuturnya.

Di sisi lain, Ressa menyatakan tidak ada kebencian dalam hatinya. Bagaimanapun, Denada tetaplah ibunya. Hanya, ada rasa kecewa yang terselip. Ia membandingkan perhatian yang didapat saudara tirinya yang sakit, dengan keadaannya sendiri.

“Aku pokoknya gak benci. Bagaimanapun itu tetap ibu Ressa. Gimana ya, (kayak) pilih kasih, sedangkan anaknya mbak Dena yang sekarang yang katanya sakit, mbak Dena sampai segitunya, kok aku ini yang ibarat katanya sehat, kenapa diginiin,” ucap Ressa.

Kini, setelah pengakuan resmi itu keluar, bola sepertinya ada di pihak Ressa. Publik menunggu, apakah pernyataan lewat video itu cukup untuk memulihkan hubungan yang terputus sekian lama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar