Pentagon Rilis 160 Lebih Dokumen Rahasia UFO dari Era 1940-an hingga 2023

- Jumat, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB
Pentagon Rilis 160 Lebih Dokumen Rahasia UFO dari Era 1940-an hingga 2023

Pentagon akhirnya membuka tabir kerahasiaan yang selama puluhan tahun menyelimuti dokumen-dokumen tentang objek terbang tak dikenal (UFO). Lebih dari 160 berkas yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia kini dirilis ke publik melalui situs resmi Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Jumat (8/5/2026), menandai babak baru dalam transparansi informasi militer yang selama ini menjadi perdebatan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap spekulasi publik yang sudah berlangsung lama. "Berkas-berkas ini, yang selama ini tersembunyi di balik status klasifikasi rahasia, telah lama memicu spekulasi yang beralasan dan sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri," ujar Hegseth.

Dokumen-dokumen tersebut mencakup rentang waktu yang luas, mulai dari era 1940-an hingga insiden terkini pada tahun 2023. Salah satu berkas paling awal berasal dari Desember 1947, berisi serangkaian laporan tentang apa yang saat itu disebut sebagai 'piring terbang'. Sementara itu, sebuah laporan intelijen Angkatan Udara yang berlabel 'sangat rahasia' dari November 1948 memuat informasi detail mengenai penampakan 'pesawat tak dikenal' dan 'piring terbang' di berbagai lokasi.

Di sisi lain, berkas-berkas yang lebih modern mendokumentasikan kejadian pada tahun 2023. Dalam insiden tersebut, tiga tim agen khusus penegak hukum federal secara independen melaporkan pengamatan yang sama: melihat 'bola oranye di langit yang memancarkan atau meluncurkan bola merah yang lebih kecil'. Laporan ini menjadi salah satu bukti bahwa fenomena tersebut masih terus terjadi hingga era kontemporer.

Keputusan untuk merilis dokumen-dokumen ini tidak terlepas dari perintah langsung Presiden AS Donald Trump pada bulan Februari lalu. Trump menginstruksikan seluruh badan federal untuk mulai mengidentifikasi dan mendeklasifikasi dokumen pemerintah terkait UFO dan alien. Ia mendasarkan langkah ini pada "minat yang sangat besar yang ditunjukkan masyarakat" terhadap topik tersebut.

Menariknya, pada hari yang sama saat mengeluarkan perintah rilis tersebut, Trump juga melontarkan tuduhan terhadap pendahulunya, Barack Obama. Ia mengklaim bahwa Obama telah membocorkan informasi rahasia dalam sebuah wawancara podcast yang viral mengenai keberadaan kehidupan luar angkasa. Dalam podcast tersebut, Obama memang pernah menyatakan, "Mereka nyata, tapi saya belum pernah melihat mereka dan mereka tidak disimpan di... Area 51," merujuk pada fasilitas militer rahasia di Nevada yang identik dengan teori konspirasi UFO.

Menanggapi hal itu, Trump menyatakan kepada wartawan, "Memberikan informasi rahasia, dia tidak seharusnya melakukan itu." Namun, ia kemudian menambahkan dengan nada ragu, "Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak." Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahkan di level tertinggi pemerintahan, belum ada kesimpulan pasti mengenai asal-usul fenomena tersebut.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang mengonfirmasi keberadaan kehidupan cerdas di luar Bumi. Meskipun demikian, minat terhadap UFO kembali meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS terus menyelidiki berbagai laporan tentang pesawat yang tampak 'supernatural', didorong oleh kekhawatiran bahwa negara lawan mungkin sedang menguji teknologi canggih yang belum diketahui.

Sebelumnya, pada Maret 2024, Pentagon telah merilis laporan yang menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP) merupakan teknologi alien. Setelah penyelidikan mendalam, banyak penampakan yang semula mencurigakan ternyata hanyalah balon cuaca, pesawat mata-mata, satelit, atau aktivitas normal lainnya yang disalahartikan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar