Prabowo Ingatkan Dunia Masih Rimba: Tak Ada yang Akan Menolong Kita

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:15 WIB
Prabowo Ingatkan Dunia Masih Rimba: Tak Ada yang Akan Menolong Kita

Dari balik podium di Sentul International Convention Center, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesannya dengan nada tegas. Dunia, menurutnya, sedang tidak dalam kondisi yang ramah. Dinamika global yang serba tidak pasti menuntut satu hal: kemandirian. Indonesia harus bisa berdiri di atas kaki sendiri.

“Kita mengerti semua, kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin lalu. Acara yang digelar di SICC, Bogor itu menjadi panggung bagi Presiden untuk mengingatkan kembali soal prinsip berdikari. Bagi dia, ini adalah harga mati.

Lalu, ada alasan yang cukup keras di balik seruannya itu. Prabowo mewanti-wanti, jangan pernah berharap banyak pada bantuan dari luar. Jika suatu saat negeri ini terancam, jangan harap ada yang datang menolong.

“Percaya sama saya, nobody is going to help us. Karena itu, dari awal Bung Karno mengatakan kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Panglima Besar kita yang pertama, Panglima Besar Soedirman, kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri,” lanjutnya, mengutip dua tokoh besar bangsa.

Dia punya pandangan sendiri tentang realitas geopolitik hari ini. Menurut Prabowo, dunia masih berjalan dengan hukum rimba lama. Yang kuat berkuasa, yang lemah hanya bisa pasrah. Itu kenyataan pahit yang terlihat di berbagai belahan dunia.

“Jadi saudara-saudara, tugas saya sebagai Presiden, sebagai pemegang kepercayaan rakyat, saya harus menjaga bangsa ini, saya harus menjaga rakyat ini,” paparnya menegaskan.

Pesan utamanya jelas. Di tengah pusaran kekuatan global yang saling tarik-menarik, satu-satunya sandaran yang pasti adalah kemampuan bangsa sendiri. Tidak ada yang lain.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar