Suasana di ajang Demoday Digital Skill 2025 di Surabaya cukup mengesankan. Derasnya partisipasi pelajar, terutama perempuan, seolah menjawab keraguan tentang minat mereka di bidang teknologi. Acara yang digelar atas kerjasama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UNICEF, serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya ini berhasil menarik perhatian ribuan siswa SMA se-Jawa Timur.
Fajar Baskoro, dari tim Program Development Digital Skills ITS, tampak bersemangat menjelaskan besarnya partisipasi dalam kegiatan ini.
"Program ini sudah menjangkau puluhan sekolah, baik formal maupun non-formal. Tak cuma itu, ada juga 93 sekolah pengimbas dari program Double Track yang turut serta," ujarnya saat ditemui di sela acara.
Yang menarik, dari 2.655 peserta yang mendaftar, mayoritas justru datang dari pelajar perempuan. Angkanya mencapai 60 persen. Sebuah tren yang cukup signifikan dan patut diapresiasi.
"Enam puluh persen pelajar perempuan, satu persennya adalah pelajar disabilitas, dan sisanya pelajar laki-laki," imbuh MURIANETWORK.COM, pria berkacamata itu, melengkapi data partisipasinya.
Program Digital Skills ini sebenarnya sudah berjalan tiga tahun. Tujuannya jelas: membekali remaja dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Namun begitu, tahun ini ada yang berbeda. Jangkauan program sengaja diperluas agar lebih inklusif.
Artikel Terkait
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan