Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Diperintahkan Presiden Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan rencana pemerintah untuk memperluas pembangunan jalur kereta api ke luar Pulau Jawa. Kebijakan strategis ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan jaringan kereta api luar Jawa ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam di daerah yang selama ini masih terbatas akses transportasinya. Fokus pembangunan akan mencakup proyek kereta api Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.
Dampak Positif Pembangunan Jalur Kereta Luar Jawa
Perluasan akses transportasi kereta api ini diharapkan membawa berbagai manfaat, antara lain:
- Memudahkan Pengangkutan Komoditas: Jalur kereta baru akan mempermudah dan mempercepat distribusi komoditas unggulan seperti batu bara dan kelapa sawit dari daerah penghasil.
- Mengurangi Beban Jalan Darat: Keberadaan kereta api akan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat, yang dapat menurunkan tingkat kepadatan dan kerusakan jalan.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Transportasi yang andal akan menghubungkan kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.
- Meningkatkan Mobilitas Masyarakat: Masyarakat di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan menikmati akses mobilitas yang lebih baik dan terjangkau.
AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor transportasi, khususnya perkeretaapian, sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur yang mendasar bagi kemajuan Indonesia.
Artikel Terkait
Polisi dan BI Konfirmasi Potongan Uang di TPA Bekasi Asli, Prosedur Pemusnahan Diselidiki
Mantan Gelandang Bhayangkara FC, Matias Mier, Kini Merumput di Liga El Salvador
KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar sebagai Saksi Kasus Korupsi Rumah Dinas
Menperin Proyeksikan Penjualan Mobil Nasional Capai 850.000 Unit pada 2026