PKMK, Solusi Cepat Atasi Stunting? Ini Kata Dokter dan Strategi Pemerintah

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:20 WIB
PKMK, Solusi Cepat Atasi Stunting? Ini Kata Dokter dan Strategi Pemerintah
Strategi Pemerintah Percepat Penurunan Stunting dengan PKMK | Inisiatif Terbaru

Pemerintah Percepat Penurunan Stunting dengan Strategi Pangan Medis Khusus (PKMK)

Pemerintah Indonesia, melalui sinergi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), secara aktif mendorong akselerasi penurunan angka stunting. Salah satu strategi kunci yang diimplementasikan adalah dengan memperkuat program gizi nasional melalui pemanfaatan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus atau PKMK.

Apa Itu PKMK dan Perannya dalam Penanganan Stunting?

PKMK adalah produk pangan yang diformulasikan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi individu dengan kondisi medis tertentu, termasuk anak-anak yang berisiko stunting atau mengalami gangguan pertumbuhan. Karena komposisi nutrisinya yang terukur dan spesifik, penggunaan PKMK wajib dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menegaskan bahwa upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan anggaran daerah, termasuk pengalihan dana untuk memastikan ketersediaan gizi dan obat-obatan yang dibutuhkan demi mendukung target penurunan stunting.

Kolaborasi Nasional dan Apresiasi Daerah

Untuk memperkuat peran pemerintah daerah, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) bersama Kemenkes dan Kemendagri menyelenggarakan Pentaloka Nasional 2025 dengan tema “Layanan Primer Kuat, Indonesia Sehat” di Solo. Acara ini membahas isu strategis seperti penanggulangan stunting, AIDS, TBC, Malaria, hipertensi, dan manajemen risiko di fasilitas kesehatan.

Sebagai bentuk apresiasi, ADINKES juga memberikan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) Award 2025 kepada 64 kabupaten/kota yang berhasil menunjukkan capaian signifikan dalam pengendalian stunting. Penghargaan ini menjadi simbol komitmen kolektif menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Efektivitas PKMK dari Sisi Medis dan Dasar Hukum

Menurut dr. Nur Aisiyah Widjaya, Sp.A(K), Subspesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik, intervensi berbasis PKMK terbukti efektif memperbaiki status gizi anak hanya dalam waktu 3–6 bulan. PKMK tidak hanya mempercepat perbaikan berat dan tinggi badan, tetapi juga menunjukkan penghematan biaya perawatan serta penurunan komplikasi pada anak dengan malnutrisi.

Dukungan regulasi pun telah kuat. Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kemenkes, Dakhlan Choeron, menegaskan bahwa pedoman tata laksana stunting telah memiliki dasar hukum melalui PNPK, UU No. 17, dan PP No. 28, dengan syarat PKMK harus digunakan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan dokter spesialis anak.

Dukungan Swasta dan Peran Aktif Orang Tua

Sebagai mitra swasta, Sarihusada turut mendukung melalui Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS). Menurut Healthcare Nutrition Solution Director Sarihusada, Rita Novianti, kolaborasi dari hulu ke hilir adalah kunci menurunkan prevalensi stunting.

Melalui gerakan ini, para ibu di seluruh Indonesia diajak untuk menerapkan “3 Langkah Maju”:

  1. Mengukur tinggi dan berat badan anak secara rutin.
  2. Berkonsultasi dengan dokter untuk memantau pertumbuhan anak.
  3. Memberikan nutrisi teruji klinis sesuai kebutuhan anak.

Dengan langkah komprehensif ini, diharapkan target Indonesia bebas stunting dapat tercapai, menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar