Pernikahan Abdul Hadi dan Alya Nabila: Menyatukan Cinta, Merawat Jejak Perjuangan

- Minggu, 01 Februari 2026 | 17:50 WIB
Pernikahan Abdul Hadi dan Alya Nabila: Menyatukan Cinta, Merawat Jejak Perjuangan

Bogor – Sabtu siang, 31 Januari 2026, Gedung Paksur Bogor memang ramai oleh karangan bunga dan wajah-wajah bahagia. Tapi suasana di dalamnya lebih dari sekadar pesta. Ruang itu menyaksikan sebuah akad nikah yang rasanya seperti reuni besar. Pertemuan yang memadukan cinta dua insan, ikatan keluarga, dan jejak perjuangan panjang para tokoh yang hadir.

Abdul Hadi Harisuddin, putra keempat Ustaz Muhammad Al-Khaththath, akhirnya resmi menyunting Alya Nabila, putri kedua Rachmadi dan Rusmiati. Akadnya sederhana, tapi khidmat sekali. Lebih dari menyatukan dua mempelai, momen itu juga mempertemukan dua keluarga besar, disaksikan oleh banyak ulama dan sahabat seperjalanan dakwah.

Lihat saja siapa yang datang. Deretan nama seperti Ustaz Abdurrahman al-Baghdadi, KH Badruddin Subhky, Ustaz Alfian Tanjung, sampai Ustaz Ismail Yusanto memenuhi undangan. Tak ketinggalan para aktivis lama; Lutfhie Hakim, Agus Laksono, Nuim Hidayat, dan lainnya juga hadir.

Mereka datang bukan cuma untuk memenuhi undangan. Rasanya lebih seperti merawat kenangan. Menjaga persaudaraan yang sudah lama ditempa dalam suka dan duka perjuangan.

Nah, khutbah nikahnya dibawakan oleh KH Badruddin Subhky. Suaranya tenang, tapi setiap katanya punya bobot. Di hadapan pengantin, beliau mengingatkan bahwa rumah tangga itu bukan cuma urusan perasaan. Ini soal tanggung jawab besar di depan Allah.

Beliau menegaskan peran suami sebagai pemimpin. Kewajibannya memberi nafkah, lahir dan batin. Mencukupi sandang-pangan, sekaligus memberikan kasih sayang dan bimbingan. Harus memperlakukan istri dengan baik, serta menjadi pelindung keluarga.

Di sisi lain, kewajiban istri pun dijelaskan dengan penuh hormat. Taat kepada suami dalam koridor ketaatan pada Allah, menjaga kehormatan diri dan harta keluarga, serta melayani dengan penuh adab.

Khutbah itu tidak terasa seperti ceramah kaku. Lebih mirip nasihat hidup dari seorang bapak. Bahwa membangun rumah tangga adalah kerja sama, upaya bersama dua insan untuk mencari ridha-Nya.

Hari itu, Gedung Paksur menyaksikan satu hal: pernikahan bisa jadi ruang pertemuan yang lebih luas. Tempat nilai-nilai, sejarah, dan harapan berkumpul. Pernikahan Abdul Hadi dan Alya Nabila adalah awal sebuah perjalanan. Bukan cuma untuk membangun bahtera rumah tangga, tapi juga untuk meneruskan jejak kebaikan yang sudah dirintis.

Suasana haru pun makin terasa ketika sebuah video diputar. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengirimkan ucapan selamat. Ia sebenarnya diundang langsung, tapi berhalangan karena ada agenda di Universitas Gadjah Mada.

Meski dari jauh, doanya tulus mengalir.

“Selamat ya buat Abdul Hadi Harisuddin dan Alya Nabila,” ucap Anies dengan hangat.
“Semoga pernikahan ini mengantarkan pada keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Keduanya selalu dalam keberkahan.”

Ia mendoakan pasangan ini dikaruniai anak-anak yang saleh dan salehah, penyejuk hati. Anies juga menekankan, pernikahan ini menyatukan dua keluarga besar dalam satu ikatan yang kuat.

Dan di antara semua ucapan dan doa yang meluncur, tersimpan harapan yang mendasar. Semoga cinta yang diikat siang itu tumbuh seiring iman. Lalu bertahan, hingga ujung usia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler