Tawuran Berdarah Depok: 2 Remaja Terluka Bacokan Celurit, Kronologi Lengkap

- Sabtu, 01 November 2025 | 23:40 WIB
Tawuran Berdarah Depok: 2 Remaja Terluka Bacokan Celurit, Kronologi Lengkap

Kronologi Tawuran Berdarah di Depok: 2 Remaja Terluka Bacokan Celurit

Insiden tawuran antar remaja terjadi di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Depok, menewaskan dua korban luka bacokan senjata tajam. Korban identik sebagai J (asal Bojonggede, Bogor) dan DF (asal Sawangan, Depok) mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Kota Depok.

Kronologi Tawuran Remaja di Depok

Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, kejadian bermula pada Jumat (31/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Sekelompok remaja berjumlah 10 orang berkumpul di Pasir Putih setelah berkomunikasi via Instagram untuk mengatur pertemuan tawuran. Mereka berjalan menuju SMP Bina Mandiri dan bertemu dengan kelompok lawan yang mengendarai 10 motor.

Pembacokan di Depan MTs An-Nur Sawangan

Kelompok korban yang kalah jumlah langsung melarikan diri hingga pukul 20.00 WIB. Di depan MTs An-Nur, Pasir Putih, pelaku mengejar dan membacok punggung korban J dari belakang menggunakan celurit. Akibatnya, J terjatuh dari motor yang dibawanya.

Korban J saat itu berboncengan dengan DF. Setelah jatuh, keduanya langsung menjadi sasaran bacokan celurit oleh pelaku. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kota Depok untuk perawatan intensif.

Barang Bukti Tawuran Depok Diamankan Polisi

Polisi mengamankan barang bukti senjata tajam jenis gobang/golok milik korban J di Polsek Bojongsari. Satu unit motor Suzuki Nex dengan nomor polisi B 6538 ZFP juga turut diamankan.

Kondisi Korban Tawuran Depok

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Satu korban masih dirawat di rumah sakit, sementara satu korban lainnya telah diperbolehkan pulang. Kejadian tawuran remaja di Depok ini menjadi peringatan tentang bahaya konflik antar kelompok muda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar