Polres Pelalawan Amankan Pelaku Pembakar Lahan Gambut Seluas 500 Hektare
Seorang tersangka akhirnya diamankan polisi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Teluk Meranti, Pelalawan. Pengungkapan kasus ini berawal dari pantauan titik panas di Dashboard Lancang Kuning, sekitar bulan Februari lalu. Titik api itu terpantau di Dusun III, Desa Gambut Mutiara.
Mendapat laporan itu, tim Satreskrim langsung bergerak. Mereka turun ke lokasi untuk memulai penyelidikan.
"Begitu dapat info hotspot, tim kami langsung turun ke lapangan," jelas Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, Minggu (5/4/2026).
"Dari penyelidikan dan keterangan saksi, akhirnya kami bisa mengamankan satu orang tersangka," lanjutnya.
Tersangka yang disingkat ES itu diduga sengaja membakar lahan untuk kepentingan perkebunan. Caranya? Dia mengumpulkan ranting, rumput kering, dan pelepah sawit, lalu membakarnya sedikit demi sedikit. Aksi ini berlangsung cukup lama, dari Januari hingga Maret 2026.
Awalnya, tersangka tak mengaku. Tapi setelah pemeriksaan mendalam dan ditekan oleh bukti serta kesaksian, dia akhirnya jujur. Dia mengakui telah melakukan pembakaran berulang kali.
Yang bikin miris, dampaknya sangat luas. Api tidak berhenti di satu titik. Kobaran apinya meluas secara signifikan, menghanguskan lahan gambut seluas kira-kira 500 hektare. Bayangkan saja, kerusakan lingkungannya pasti parah. Belum lagi risiko kabut asap yang mengintai warga sekitar.
"Luasannya mencapai kurang lebih 500 hektare. Ini harus jadi perhatian serius karena dampaknya luas sekali, baik buat lingkungan maupun kesehatan masyarakat," tegas Kapolres.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi