Jelajahi sejarah otomotif Jepang dengan mengunjungi Plaza Isuzu di Fujisawa. Museum ini menampilkan perjalanan panjang Isuzu, produsen mobil tertua di Jepang yang masih beroperasi hingga kini.
Pengunjung akan disambut oleh truk pertama Isuzu, model Wolseley CP, tepat di pintu masuk. Keberadaan mobil legendaris ini menjadi bukti awal mula bisnis otomotif Isuzu Motors Limited.
Business Director (Sales and Marketing) PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Atsunori Murata, menjelaskan, "Plaza Isuzu menggambarkan sejarah Isuzu dari masa lalu hingga perkembangannya saat ini."
Sejarah Isuzu dimulai pada tahun 1916, ketika Ishikawajima Shipbuilding & Engineering Co., Ltd. salah satu perusahaan pendahulu Isuzu memulai produksi mobil dengan memanfaatkan keuntungan dari bisnis galangan kapal. Pada tahun yang sama, Tokyo Gas and Electric Industry Co., Ltd. juga meluncurkan proyek manufaktur mobil.
Pada 1933, DAT Jidosha Seizo Co., Ltd. bergabung melalui merger dan nama perusahaan diubah menjadi Automobile Industries Co., Ltd. Kemudian, pada 9 April 1937, Automobile Industries bergabung dengan divisi otomotif Tokyo Gas and Electric Industry dan membentuk Tokyo Automobile Industries Co., Ltd., yang akhirnya berganti nama menjadi Isuzu Motors.
Isuzu Plaza secara resmi dibuka pada April 2017, bertepatan dengan perayaan 80 tahun eksistensi Isuzu. Lokasinya yang berdekatan dengan Fujisawa Plant memperkuat identitas Isuzu sebagai pionir industri otomotif Jepang.
Di museum ini, pengunjung dapat menyaksikan berbagai mobil lawas Isuzu, termasuk sedan dan mobil 3-pintu yang mungkin kurang dikenal publik. Selain itu, ditampilkan juga inovasi teknologi terbaru yang sedang dikembangkan oleh Isuzu.
Bagi pecinta otomotif, kunjungan ke Plaza Isuzu menjadi pengalaman yang menarik untuk memahami evolusi teknologi dan produk Isuzu dari masa ke masa.
Artikel Terkait
Pesawat Tanker Militer AS Kirim Sinyal Darurat di Atas Teluk Persia, Kontak Hilang di Wilayah Qatar
Harga Cabai Merah dan Daging Ayam Naik, Sejumlah Bahan Pokok Lainnya Justru Turun
Kanwil DJP Jabar I Blokir 275 Rekening 174 Wajib Pajak dengan Tunggakan Rp224,6 Miliar
Menkeu Bantah Pelemahan Rupiah Akibat Kebijakan Fiskal, Sebut Pengelolaan Keuangan Negara Justru Jadi Motor Pertumbuhan