Laba Bersih BRI Kuartal III 2025 Capai Rp40,8 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp40,8 triliun hingga kuartal III tahun 2025. Meski menunjukkan performa yang solid, angka ini mengalami penurunan sebesar 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp45,06 triliun.
Pertumbuhan Pendapatan Bunga dan Tantangan Beban Operasional
BRI berhasil meningkatkan pendapatan bunga sebesar 3 persen dari Rp150,6 triliun menjadi Rp155,2 triliun. Namun, kenaikan ini diimbangi dengan peningkatan beban bunga sebesar 3,2 persen menjadi Rp44,2 triliun. Hasilnya, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) mengalami kenaikan tipis 3 persen menjadi Rp111 triliun.
Kinerja bottomline BRI terutama terdampak oleh kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang naik tajam 14 persen menjadi Rp33,6 triliun. Selain itu, Beban Lainnya juga menjadi perhatian setelah melonjak 75 persen menjadi Rp69,83 triliun.
Kinerja Intermediasi dan Pertumbuhan Aset
Dari sisi intermediasi, BRI menunjukkan performa positif dengan penyaluran kredit yang tumbuh 6,3 persen menjadi Rp1.438,11 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 8,2 persen menjadi Rp1.474,78 triliun.
Pertumbuhan Dana Murah (CASA) sangat kuat dengan kenaikan 14,11 persen mencapai Rp997,62 triliun, dengan rasio 67,65 persen. Total aset BRI tumbuh 8,23 persen menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025.
Analisis Rasio Keuangan dan Kesehatan Bank
Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 23,01 persen, turun dari 24,96 persen pada periode yang sama tahun 2024. Meski demikian, angka ini masih jauh di atas batas minimum regulasi, menunjukkan permodalan bank yang tetap kuat.
Rasio efisiensi operasional (BOPO) berada di level 71,89 persen, sementara Cost to Income Ratio (CIR) tercatat 38,68 persen. Return on Asset (ROA) setelah pajak mencapai 2,57 persen, dan Return on Equity (ROE) setelah pajak berada di level 16,48 persen.
Net Interest Margin (NIM) BRI tercatat sebesar 6,53 persen, menunjukkan margin pendapatan bunga bersih yang sehat. Kualitas aset tercermin dari rasio NPL gross sebesar 3,29 persen, dengan Rasio CKPN terhadap aset keuangan di 4,17 persen.
Rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 87,05 persen, sedikit menurun dari 89,6 persen tahun sebelumnya, menunjukkan ruang yang cukup untuk pengelolaan likuiditas dan potensi peningkatan penyaluran kredit di masa depan.
Artikel Terkait
Anggota TNI Terlibat Keributan di Toko Kelontong Kemayoran, Berujung Damai
93 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi Juni 2026, Target Tampung Siswa Miskin
Polisi Konfirmasi Prajurit TNI dan Pemilik Warung di Kemayoran Berdamai, Tak Ada Tuntutan Ganti Rugi
Sultan Kemenaker Akui Biayai Kampanye Mantan Menteri Ida Fauziah