Latar Belakang Negosiasi Tarif
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan perdagangan sebelumnya. Awal tahun ini, Trump telah mengenakan tarif 25 persen terhadap produk Korea Selatan. Negosiasi yang dipimpin oleh Presiden Lee berhasil menurunkan angka tersebut menjadi 15 persen, dengan imbalan komitmen investasi dan pembelian gas alam cair senilai USD 100 miliar dari Korea Selatan. Gedung Putih kemudian meningkatkan tuntutan dengan mendorong lebih banyak investasi tunai langsung.
Dinamika Hubungan AS-Korea Selatan
Meski secara historis merupakan sekutu utama, hubungan kedua negara sempat memanas. Ketegangan muncul setelah ratusan warga Korea Selatan ditahan dalam penggerebekan imigrasi di AS bulan lalu. Kesepakatan perdagangan ini dinilai dapat meredakan ketegangan tersebut.
Agenda Selanjutnya: Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Setelah dari Korea Selatan, agenda Donald Trump selanjutnya adalah bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan bilateral ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis di sela-sela KTT APEC di Gyeongju.
Trump menyatakan optimismenya untuk mencapai kesepakatan dengan China. "Saya pikir kami akan mencapai sesuatu yang sangat memuaskan bagi China dan bagi kami," ujarnya. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Trump menjabat pada 2025.
Suasana Kunjungan dan Respons Publik
Kedatangan Trump di Korea Selatan disambut dengan protokol kenegaraan yang istimewa. Ia menerima mahkota emas dan Grand Order of Mugunghwa, penghargaan tertinggi negara tersebut. Namun, di luar lokasi pertemuan, terjadi aksi unjuk rasa baik yang menentang maupun mendukung Trump, yang mencerminkan dinamika politik dalam negeri Korea Selatan.
Artikel Terkait
Ibu Habib Bahar Laporkan Istri Korban ke Polisi, Sebut Kesaksiannya Mustahil
Satgas PKH Bergerak Usut Aliran Dana Rp992 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
Misteri Pengendali IBC: BUMN Raksasa Bersatu tapi Tanpa Nahkoda
OJK dan ADB Pacu Obligasi Hijau ASEAN+3 di Yogyakarta