Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao

- Rabu, 07 Januari 2026 | 17:15 WIB
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao

Imlek 2026 akan jatuh pada 17 Februari. Sudah siap bagi-bagi angpao? Tapi, sebenarnya apa sih makna di balik amplop merah yang jadi tradisi wajib ini?

Di seluruh dunia, saat Imlek tiba, ada satu ritual yang tak pernah absen: saling memberi angpao. Namanya sendiri berasal dari bahasa Hokkian, yang secara harfiah berarti "amplop merah." Kalau dalam bahasa Mandarin, orang menyebutnya hong bao. Sementara itu, masyarakat Kanton lebih akrab dengan istilah lai see.

Intinya sih, angpao itu adalah kado berupa uang yang dibungkus rapi dalam amplop berwarna merah terang. Tapi jangan salah, tradisi ini nggak cuma muncul saat Imlek aja. Acara seperti ulang tahun atau pernikahan juga sering diwarnai dengan pemberian angpao.

Nah, kenapa harus merah? Dalam budaya Tionghoa, warna ini punya makna yang kuat. Ia melambangkan energi, kebahagiaan, dan tentu saja, keberuntungan. Makanya, simbol terpenting dari angpao sebenarnya bukan nominal uang di dalamnya, melainkan warna merah dari amplop itu sendiri. Dengan memberikan angpao, secara tidak langsung kita mendoakan si penerima agar hidupnya dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan.

Cerita di Balik Asal-Usulnya

Kalau mau dirunut, tradisi ini punya akar yang cukup panjang, bahkan dari sebuah legenda. Konon, dulu ada iblis bernama Sui yang suka mengganggu anak-anak saat mereka tidur. Para orang tua pun was-was.

Untuk melindungi buah hati mereka, setiap malam tahun baru Imlek, mereka begadang sambil menyalakan lilin. Menurut cerita yang beredar, suatu malam, seorang anak diberi delapan koin untuk dimainkan agar ia tetap terjaga.

Anak itu lalu membungkus koin-koin tersebut dengan kertas merah. Ia buka-tutup bungkusan itu berulang kali sampai akhirnya kecapekan dan tertidur. Orang tuanya kemudian meletakkan bungkusan berisi koin itu di bawah bantal si anak.


Halaman:

Komentar