“Bangunlah, Dinda, Kanda sudah datang membawakan mangga dari Pulau Pangka.”
Belum ada reaksi dari permaisuri.
“Bukalah matamu. Kuatkan dirimu untuk anak kita, Dinda.”
Permaisuri pun pelan-pelan membuka matanya. Ia menggeliat perlahan.
Baca Juga: Cerita Rakyat Sumatera Utara, Asal Mula Senandung Bilah, Cinta yang Terhempas di Labuhanbatu
“Kaukah itu, Kanda?”
Dengan dibantu raja, permaisuri perlahan duduk.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru