Kemarin, suasana Sekolah Rakyat di Desa Tampusu, Kabupaten Minahasa, tampak berbeda. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyempatkan diri berkunjung, menyapa satu per satu siswa yang hadir. Kunjungannya singkat tapi berkesan.
Di hadapan para siswa, Wiyagus menekankan satu hal: semangat belajar adalah kunci. Masa depan, katanya, ada di tangan mereka. Ia mendorong agar semua fasilitas yang tersedia di sekolah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita.
Pernyataan itu disampaikannya dalam keterangan tertulis, Jumat lalu. Menurut Wiyagus, ruang kelas bukan cuma tempat menimba ilmu. Proses belajar yang dijalani di sana akan membentuk karakter, menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang kuat. Itulah pondasi untuk jadi bangsa yang maju.
Fasilitas yang ada sekarang, ia akui, jauh lebih lengkap ketimbang zaman dulu. Makanya, harus dimaksimalkan. Tak cuma itu, ia juga mengajak semua siswa untuk kompak. "Anggap saja seperti keluarga besar," ujarnya. Harus saling membantu, mengingatkan, dan punya kedekatan emosional.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti