AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan

- Selasa, 24 Februari 2026 | 18:25 WIB
AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan

Suasana tegang terus membayangi hubungan Amerika Serikat dan Iran. Menurut laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, seorang pejabat Israel menyatakan serangan AS terhadap Iran kini "telah semakin dekat." Pernyataan itu disampaikan pada hari Selasa lalu, menambah daftar kekhawatiran yang sudah menumpuk.

Nah, koran yang sama juga mengutip sumber yang baru saja berbicara dengan Presiden AS, Donald Trump. Intinya, dalam beberapa hari terakhir ini Trump disebut-sebut cenderung akan memberi perintah untuk melancarkan serangan militer. Kabar ini dilansir oleh Al Arabiya.

Di sisi lain, respons Israel sendiri tampaknya sudah dipersiapkan. Sumber-sumber yang berbicara pada Channel 12, media Israel lainnya, mengungkapkan bahwa persiapan untuk menghadapi front pertempuran tambahan telah rampung. Mereka sepertinya tak mau lengah.

Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah memberi sinyal. Dia mengakui Israel sedang melewati hari-hari yang kompleks. Pemerintahnya, klaimnya, siap untuk segala skenario yang mungkin terjadi.

Sementara itu, dari kubu Amerika, Presiden Trump mengonfirmasi ancamannya lewat unggahan di Truth Social. Isinya lugas: jika AS gagal mencapai kesepakatan dengan Iran soal program nuklirnya, maka itu akan jadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran.

Menanggapi semua ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, tak tinggal diam. Dia memberi peringatan keras di Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah yang bermakna, untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,"

Begitu kata Gharibabadi, seperti dilansir AFP. Peringatannya jelas dan tegas: konsekuensi dari agresi baru tidak akan terbatas pada satu negara saja. Dan tanggung jawab, tegasnya, akan sepenuhnya berada di pundak pihak yang memulai atau mendukung aksi tersebut.

Jadi, situasinya memang memanas. Ancaman, persiapan militer, dan peringatan saling bersahutan. Dunia kini menunggu, apa langkah berikutnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar