Saksi Sebut Dua Pejabat Bea Cukai Minta Dicatatkan Daftar Angka Romawi dan Nominal Uang

- Jumat, 05 Juni 2026 | 19:25 WIB
Saksi Sebut Dua Pejabat Bea Cukai Minta Dicatatkan Daftar Angka Romawi dan Nominal Uang

Seorang pengusaha jasa kepabeanan jalur udara asal Bali, Sri Pangestuti, mengungkapkan pengalamannya diminta menuliskan daftar berisi kode angka romawi hingga sejumlah nominal uang saat bertemu dengan dua pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Permintaan itu, menurut pengakuannya, datang langsung dari Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan, serta John Field yang merupakan pimpinan perusahaan jasa pengiriman BlueRay Cargo.

Keterangan tersebut disampaikan Sri Pangestuti, yang akrab disapa Tuti, dalam persidangan perkara dugaan suap di lingkungan Ditjen Bea Cukai yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam kesaksiannya, Tuti menuturkan bahwa dirinya bersama John Field sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Orlando di Kantor Bea Cukai Pusat, Jakarta.

Saat jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi momen tersebut, Tuti membenarkan bahwa ia diminta membantu mencatat sesuatu. Jaksa kemudian menggali lebih dalam perihal alat tulis yang digunakan serta isi catatan yang dimaksud.

“Iya, jadi Pak John itu sampaikan ke saya, ‘Bu, saya kan suka lupa, minta tolong dicatatkan’,” ujar Tuti menirukan ucapan John Field.

Menurut pengakuan Tuti, ia menulis menggunakan pena dan kertas yang tersedia di ruangan Orlando. Jaksa selanjutnya menanyakan apakah Tuti memahami maksud dari tulisan yang terdiri atas angka romawi, inisial, dan nominal yang ia tulis atas permintaan kedua orang tersebut.

“Kalau saya pada waktu itu, ya Pak John minta tolong kan, dari awal Pak John itu minta tolong sama saya,” jawab Tuti ketika jaksa mempertanyakan pemahamannya terhadap catatan itu.

Jaksa kemudian menampilkan gambar dari tulisan yang dibuat Tuti dan kembali mengonfirmasi apakah catatan tersebut semata-mata berdasarkan ucapan John Field atau juga berasal dari Orlando. Tuti menegaskan bahwa permintaan untuk menulis datang dari keduanya.

“Ucapannya berdua,” tegas Tuti saat ditanya jaksa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar