Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027

- Jumat, 09 Januari 2026 | 20:35 WIB
Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027

Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus digeber. Targetnya jelas: memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan. Nah, tahun ini saja, sudah ada 104 titik yang gedung permanennya mulai dibangun. Angka itu rencananya bakal melonjak jadi 200 titik pada 2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan konfirmasi soal perkembangan ini. Ia berbicara usai menghadiri acara Doa Bersama Mengawali Tahun 2026 di kantornya, Jumat lalu.

“Sekarang lagi berproses sesuai arahan Presiden, dan ini yang mengerjakan Kementerian PU. Sudah ada 104 titik Sekolah Rakyat yang gedung permanennya mulai dibangun tahun ini,” ujar Gus Ipul.
“Tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi. Kira-kira sampai 2027 kalau lancar ada 200 titik,” tambahnya.

Soal kapasitas, setiap gedung permanen itu sebenarnya dirancang untuk menampung hingga seribu siswa. Tapi, untuk tahap awal operasional, penerimaan bakal dibatasi dulu. Masing-masing sekolah hanya akan menerima sekitar 300 siswa per tahun, yang dibagi untuk tiga jenjang pendidikan.

“Jadi kapasitasnya kalau gedung permanen itu sementara alokasinya kira-kira per sekolah bisa menerima siswa sekitar 300 siswa. SD 100 siswa, SMP 100 siswa dan SMA 100 siswa,” jelasnya.

Dengan skema itu, hitung-hitungannya mulai kelihatan. Jika 100 titik sekolah sudah beroperasi di 2026, maka sekitar 30.000 siswa baru bisa diterima. Jumlah itu belum termasuk 15.000 siswa yang sudah lebih dulu mengikuti pembelajaran. Artinya, total siswa Sekolah Rakyat tahun ini bisa nyaris menyentuh 45.000 orang. Dan pada 2027, target penerimaan baru diproyeksikan bertambah sekitar 60.000 siswa.

Yang menarik, proses pembangunannya nggak jalan sendiri. Gus Ipul menegaskan, pembangunan gedung dan penerimaan peserta didik bakal berjalan beriringan.

“Sambil simultan, ini gedung dibangun sambil proses seleksi dimulai. Untuk Tahun Ajaran 2026-2027,” katanya.

Lalu, di mana saja lokasinya? Menurut Gus Ipul, sebarannya hampir mencakup seluruh provinsi. Daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Maluku Utara dan Maluku pun masuk dalam daftar. Bahkan beberapa daerah kepulauan, contohnya Anambas, juga sedang diproses.

Oh ya, terkait jadwal peresmian, Gus Ipul membenarkan rencana Presiden Prabowo untuk meresmikan salah satu Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, awal pekan ini.

“Insya Allah, mohon doanya aja,” tutupnya singkat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar