Nusantara62 - Berikut lanjutan Kisah Raja Indara Pitara, cerita rakyat Sulawesi Tenggara:
“Aku pernah menolongmu? Di Hutan Kemayan? Rasa-rasanya aku belum pernah bertemu denganmu.”
“Tidak apa-apa kalau Baginda lupa. Namun, saya jelas tidak akan melupakannya. Waktu itu saya masih sangat kecil.”
Baca Juga: Cerita Rakyat NTB, Legenda Embung Puntiq, Makam Keramat Tanpa Jenazah di Selong Semoyong
” Saya ditinggal sendirian oleh ibuku yang sedang pergi mencari makanan. Entah mengapa sarang tempatku tinggal jatuh. ”
”Aku yang masih sangat kecil belum bisa terbang dan basah kuyup karena hujan semalaman. Waktu itu, saya hampir saja terinjak oleh para pengawal Tuanku. ”
Artikel Terkait
Korea Utara Uji Coba Senjata Elektromagnetik dan Bom Serat Karbon dalam Ketegangan dengan Seoul
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen