Nusantara62 - Berikut lanjutan Kisah Raja Indara Pitara, cerita rakyat Sulawesi Tenggara:
“Aku pernah menolongmu? Di Hutan Kemayan? Rasa-rasanya aku belum pernah bertemu denganmu.”
“Tidak apa-apa kalau Baginda lupa. Namun, saya jelas tidak akan melupakannya. Waktu itu saya masih sangat kecil.”
Baca Juga: Cerita Rakyat NTB, Legenda Embung Puntiq, Makam Keramat Tanpa Jenazah di Selong Semoyong
” Saya ditinggal sendirian oleh ibuku yang sedang pergi mencari makanan. Entah mengapa sarang tempatku tinggal jatuh. ”
”Aku yang masih sangat kecil belum bisa terbang dan basah kuyup karena hujan semalaman. Waktu itu, saya hampir saja terinjak oleh para pengawal Tuanku. ”
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina