murianetwork.com elansir dari laman kall.co.id, Smelter Nikel tersebut dikelola oleh Kalla Group dibawah naungan PT. Bumi Mineral Sulawesi.
Secara resmi KALLA Group mendirikan PT. Bumi Mineral Sulawesi sebagai bentuk kontribusi terhadap perekonomian Nasional.
PT. Bumi Mineral Sulawesi atau PT. BMS adalah salah satu perusahaan Kalla yang bergerak dibidang proyek pengolahan Mineral (SMELTER).
PT. BMS memiliki produk akhir berupa ferronickel berkapasitas 33.000 ton/tahun hingga stainless steel.
Saat ini lokasi pengelolaan dari Smelter Nikel milik Kalla Group berada di Kecamatan Bua, Kab. Luwu, Sulawesi Selatan.
Jusuf Kalla membangun Smelter Nikel di Sulawesi Selatan tersebut dengan nilai investasi mencapai Rp10 Miliar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Kemarau Lebih Kering dan Ancaman Karhutla Meningkat pada 2026
Uji Coba B50 Capai 70%, Targetkan Peluncuran Juli 2026
Mensos Salurkan Bantuan Tahap Kedua Rp76,68 Miliar untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah