Iran Balas Serangan AS, Hujani Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone

- Minggu, 28 Juni 2026 | 09:00 WIB
Iran Balas Serangan AS, Hujani Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone

Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Minggu dini hari, sebagai pembalasan atas gempuran AS terhadap sejumlah lokasi di Iran sehari sebelumnya. Serangan ini memicu eskalasi baru di tengah ketegangan yang sudah memanas akibat sengketa di Selat Hormuz.

Kantor berita Tasnim melaporkan, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang melancarkan operasi tersebut. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai target spesifik maupun dampak dari serangan itu.

Ketegangan militer kedua negara dimulai setelah AS menuduh Iran menyerang kapal kargo di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026), yang dinilai melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai. Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan kapal yang diserang dengan drone pada Kamis dan Sabtu tidak memiliki izin.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa serangan AS pada Sabtu malam merupakan pelanggaran gencatan senjata dan bertentangan dengan MoU yang ditandatangani Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu. Mereka memperingatkan bahwa agresi militer berkelanjutan dapat menghentikan proses diplomatik yang sedang berlangsung.

"Pelanggaran gencatan senjata bertentangan dengan ketentuan pertama Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dan akan menyebabkan penghentian total semua proses diplomatik," bunyi pernyataan IRGC, seperti dikutip dari IRNA.

IRGC juga menyebutkan bahwa AS menyerang lima pos terdepan pesisir Iran di Selat Hormuz, tanpa memberikan keterangan mengenai ada tidaknya korban jiwa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags