Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, punya imbauan menarik buat para pegawai di kantornya. Dia mengajak seluruh staf Kementerian Sosial untuk mulai beralih ke transportasi umum atau bersepeda saat berangkat kerja. Rencananya, kebijakan ini akan diwajibkan setidaknya sekali dalam seminggu.
"Kita akan ajak seluruh pegawai untuk juga bisa menggunakan transportasi umum, sepeda, maupun juga menggunakan mobil listrik (bagi yang punya) atau motor listrik,"
Begitu penjelasan Gus Ipul dalam sebuah keterangan tertulis yang dirilis Kamis lalu. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar gerakan simbolis. Ada tujuan praktis di baliknya, yaitu penghematan anggaran. Tapi dia juga mengakui, detail teknisnya masih perlu dibahas lebih lanjut.
"Ini nanti akan kita bahas lebih lanjut ya, harinya hari apa. Apa Rabu atau Kamis. Dengan begitu ini mudah-mudahan menjadi bagian dari penghematan yang bisa dilakukan oleh Kementerian Sosial,"
Ujarnya menambahkan.
Selain soal transportasi, ada juga kebijakan lain yang akan diterapkan. Setiap Jumat, Kemensos bakal memberlakukan sistem kerja dari rumah atau WFH untuk seluruh pegawainya. Ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Namun begitu, Gus Ipul memberi catatan penting. Layanan langsung untuk masyarakat sama sekali tidak boleh terganggu.
"Untuk yang Jumat, kita akan penuh WFH, kecuali Sekolah Rakyat, Poltekessos, command center, sentra, dan balai untuk tetap bisa melayani masyarakat yang memang membutuhkan layanan dari Kementerian Sosial,"
tegasnya.
Prinsipnya sederhana: unit-unit yang bersentuhan langsung dengan publik harus tetap beroperasi normal. "Jadi pelayanan yang sifatnya layanan untuk masyarakat itu berjalan seperti biasa," sambung Gus Ipul. Dua kebijakan ini, jika diterapkan, diharapkan bisa menciptakan budaya kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan di lingkungan Kemensos.
Artikel Terkait
Pasien Tusuk Perawat di Klinik Gigi Tangerang Usai Pembersihan Karang Gigi
Manchester United Capai Kesepakatan Penuh dengan Atalanta untuk Gelandang Éderson
Dadang Hindayana Akui Pencopotan dari Kepala BGN adalah Hak Mutlak Presiden Prabowo
Rusia Kecam Ekspansi Militer Israel di Lebanon, Peringatkan Risiko Nasib Seperti Gaza