Golden State Warriors memilih untuk menunggu proses pemulihan cedera lutut parah yang dialami Jimmy Butler, meskipun desakan agar manajemen bergerak agresif di bursa transfer semakin keras. Klub menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas skuad dengan mengandalkan sang pemain sayap yang masih dalam masa pemulihan akibat robekan ACL pada lutut kanannya.
General Manager Warriors, Mike Dunleavy Jr., menyatakan optimisme terhadap kontribusi Butler meskipun belum ada jadwal pasti kepulangannya. "Saya pikir ketika Jimmy kembali, tergantung pada beban yang bisa ia pikul dalam hitungan menit, saya yakin ia akan menjadi pemain yang sangat baik berdasarkan cara ia bermain," ujar Dunleavy kepada NBC Sports Bay Area.
Manajemen menilai usia Butler yang 36 tahun justru menjadi keuntungan karena sang pemain dinilai lebih mampu beradaptasi dengan keterbatasan fisik pascacedera. "Dua hal terbaik tentang dirinya adalah pikiran dan fisiknya, dan itu tidak akan hilang karena lutut yang cedera," kata Dunleavy.
Sebelum cedera, Butler mencatat rata-rata 20,0 poin, 5,6 rebound, dan 4,9 assist per pertandingan. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu hingga satu tahun penuh sejak operasi. "Kami harus mengembalikannya ketika kami bisa," ucap Dunleavy.
Di sisi lain, Warriors memastikan tambahan amunisi setelah Al Horford menyepakati kontrak baru dua tahun senilai 14 juta dolar AS. "Jika kelompok ini sehat, jika kami bersama, saya rasa kami akan bersaing," kata Horford. Ia menambahkan, "Saya tidak ingin berpikir terlalu jauh, tetapi begitu kami bisa mengembalikan Jimmy dan Moses Moody, kami memiliki grup yang sangat kompetitif."
Butler sendiri optimistis dengan peluang tim selama Stephen Curry masih ada. "Jika kami sehat, kami tangguh. Selama kami punya Steph, kami selalu punya kesempatan," ujar pemain enam kali All-Star itu. Dalam wawancara dengan Anthony Slater dari ESPN, Butler menegaskan kondisi mentalnya tidak terganggu. "Saya kembali menjadi diri saya yang dulu. Saya tahu saya masih akan menjadi pemain top ketika kembali. Saya masih punya beberapa tahun bagus, dan kami akan menjalaninya sampai roda lepas," tuturnya.
Butler juga menegaskan komitmennya untuk mengakhiri karier di Bay Area. "Akhir adalah kata yang buruk, tetapi di sinilah saya ingin selesai. Organisasi ini kelas atas. Ini yang terbaik. Saya bersyukur bisa menyaksikan ini. Saya ingin melakukan bagian saya, membawa organisasi ini kembali ke puncak," katanya.
Tekanan untuk Bergerak di Bursa Transfer
Namun, situasi internal Warriors mendapat sorotan tajam dari mantan juara NBA dan analis ESPN, Kendrick Perkins. Ia mendesak manajemen untuk segera bergerak di bursa transfer, terutama mengejar bintang Boston Celtics, Jaylen Brown. Perkins menilai lima dari 25 pemain tertua NBA saat ini berada di skuad Golden State.
"Kamu pergi, kamu membuat langkah, mungkin bukan bagian yang sempurna, tetapi kamu menambahkan Jaylen Brown ke dalam daftar pemain ini," ujar Perkins dalam acara First Take. Ia meragukan kemampuan Butler kembali menjadi bintang kedua setelah cedera lutut signifikan di fase akhir karier. "Kami tidak tahu kapan Jimmy Butler akan kembali, dan ketika dia kembali, kami tidak tahu seperti apa penampilannya. Itu sebabnya kamu mendapatkan Jaylen Brown yang berusia 29 tahun, yang sedang bermain di level tertingginya sekarang," kata Perkins.
Meski mengakui lini pertahanan klub masih kokoh berkat Draymond Green, Perkins mendesak Dunleavy dan pemilik Joe Lacob untuk segera menghubungi presiden operasi basket Celtics, Brad Stevens. "Jika saya Mike Dunleavy, jika saya Joe Lacob, saya pasti akan mengangkat telepon dan menelepon Brad Stevens dan berkata, 'Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan Jaylen Brown ke sini?' Karena Anda juga mendapatkan Jaylen Brown untuk sekarang dan masa depan setelah Steph Curry," ucap Perkins.
Hingga saat ini, Jaylen Brown masih terikat kontrak supermax jangka panjang bersama Boston Celtics hingga musim 2028-2029.
Artikel Terkait
Debut Manis Lo Celso di Piala Dunia 2026, Gol Tendangan Bebas Bawa Argentina Kalahkan Yordania
Klasemen Akhir Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Juara, Kongo Cetak Sejarah
Jalan Ronaldo ke Podium Juara Piala Dunia 2026 Makin Terjal Usai Portugal Hanya Jadi Runner-up Grup
Argentina Istirahatkan Messi di Laga Pamungkas Grup J