Banjir bandang yang tiba-tiba menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, nyaris merenggut nyawa. Tapi yang terjadi kemudian adalah sebuah kisah bertahan hidup yang luar biasa. Lima puluh warga terpaksa menghabiskan dua hari penuh di dalam hutan, terisolasi tanpa bantuan logistik sama sekali.
Mereka mulai terjebak sejak Selasa, 25 November. Baru pada Kamis, 27 November, mereka berhasil keluar dengan upaya sendiri. Rentang waktu yang terasa sangat panjang bagi mereka yang bergantung pada alam untuk sekadar bertahan.
Rosmawati Zebua masih tercekam ketika menceritakan kondisi adiknya, salah satu dari puluhan korban yang terperangkap itu. Suaranya berat.
"Kalau dari saat kejadian (Selasa) sampai besoknya (hari Rabu) nggak makan sama sekali," ujar Rosmawati.
Bayangkan saja. Seharian penuh tanpa sesuap nasi. Di hari kedua, rasa lapar sudah tak tertahankan lagi. Mereka pun mulai mencari-cari apa saja yang bisa dimakan di sekeliling hutan yang basah itu.
Artikel Terkait
Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumsel, Permudah Akses Warga
AS Setujui Penjualan Darurat 12.000 Bom ke Israel Senilai Rp2,4 Triliun
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak untuk Dukung Program Pangan Prabowo
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Peringatkan Indonesia Akan Berebut Pasokan Migas dengan China dan India