Penelitian Terbaru Ungkap Melewatkan Sarapan Tingkatkan Risiko Gangguan Jantung

- Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30 WIB
Penelitian Terbaru Ungkap Melewatkan Sarapan Tingkatkan Risiko Gangguan Jantung

Melewatkan sarapan pagi sudah menjadi kebiasaan yang umum di tengah rutinitas yang serba cepat. Baru membuka mata, sederet tugas sudah menanti: menyiapkan keperluan kerja, memastikan kebutuhan anak terpenuhi, hingga mengurus urusan rumah tangga. Akibatnya, waktu untuk makan pagi kerap terabaikan. Padahal, kebiasaan ini memiliki konsekuensi yang tidak bisa dianggap sepele.

Sebuah penelitian dari School of Public Health, Southeast University, China, yang diterbitkan oleh National Institute of Health pada 2023, menemukan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dalam jangka panjang berkaitan dengan metabolisme yang lebih lambat. Lebih dari itu, risiko gangguan kesehatan jantung pun meningkat. Sarapan bukan sekadar mengisi perut, melainkan juga menyiapkan tubuh untuk menghadapi berbagai aktivitas fisik sepanjang hari.

Lantas, apa saja manfaat utama yang bisa didapatkan dari sarapan rutin?

Menambah energi di pagi hari. Setelah tidur semalaman, tubuh tidak menerima asupan makanan selama berjam-jam. Cadangan glikogen sebagai sumber energi utama pun berkurang, yang sering kali menyebabkan rasa lemas dan kurang fokus. Sarapan berperan untuk mengisi ulang "bahan bakar" ini, sehingga tubuh memiliki energi yang cukup untuk aktivitas fisik dan kognitif. Anak-anak dan remaja yang rutin sarapan, misalnya, rata-rata memiliki tingkat energi yang lebih stabil, konsentrasi lebih baik, serta kemampuan memori dan fokus yang lebih optimal.

Memenuhi kebutuhan gizi harian. Sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga kesempatan emas untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh sejak pagi. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, sarapan dapat membantu memenuhi sekitar seperempat dari kebutuhan nutrisi harian, terutama karbohidrat dan protein sebagai sumber energi, serat untuk pencernaan, serta vitamin dan mineral yang penting untuk fungsi tubuh dan otak. Namun, jenis makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan. Pilihlah menu yang mengandung protein dan serat yang cukup untuk mendukung aktivitas fisik dan kesehatan jangka panjang.

Mencegah makan berlebih. Banyak yang bertanya, benarkah sarapan justru dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil? Dikutip dari Healthline, orang yang terbiasa sarapan cenderung lebih mudah menurunkan berat badan dibandingkan mereka yang melewatkannya atau hanya menyantap makanan ringan di pagi hari. Kebiasaan sarapan bergizi seimbang dapat membantu mengontrol rasa lapar, mencegah makan berlebih di jam makan berikutnya, dan menjaga metabolisme tetap aktif. Dengan begitu, kalori dapat dibakar secara lebih efisien, dan berat badan lebih mudah dikelola.

Meski manfaatnya jelas, banyak orang masih melewatkan sarapan karena alasan waktu. Anggapan bahwa menyiapkan sarapan itu ribet dan memakan waktu lama kerap menjadi penghalang. Padahal, sarapan tidak harus rumit. Ada banyak menu simpel yang bisa dibuat hanya dalam beberapa menit, namun tetap bergizi dan mengenyangkan. Misalnya, oatmeal dengan potongan buah segar yang kaya serat dan vitamin, atau roti panggang dengan topping favorit seperti telur, alpukat, atau selai kacang sebagai tambahan protein dan lemak sehat.

Jika ingin rasa yang lebih kompleks, susu kental manis bisa ditambahkan secukupnya sebagai sentuhan akhir. Frisian Flag Kental Manis GOLD, misalnya, dibuat dengan susu segar serta mengandung zat gizi makro seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Produk ini juga menjadi sumber 9 vitamin dan berbagai mineral, termasuk kalsium, kalium, dan fosfor. Cocok digunakan sebagai topping untuk berbagai kreasi sajian sehari-hari, mulai dari sarapan, dessert, minuman hangat dan segar, hingga makanan viral.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.