Saham SoftBank Group, investor utama di perusahaan kecerdasan buatan OpenAI, ambles hingga 12 persen pada Jumat (26/5/2026). Kejatuhan ini dipicu oleh kabar bahwa OpenAI kemungkinan menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) hingga tahun depan.
Berdasarkan laporan Bloomberg, reli saham SoftBank sebelumnya justru membawa perusahaan itu ke puncak sejarah. Investasi SoftBank di pembuat ChatGPT diperkirakan mencapai sekitar USD65 miliar pada Oktober lalu. Ekspektasi keuntungan besar dari debut publik OpenAI sempat mendorong harga saham SoftBank ke level tertinggi sepanjang masa, menjadikannya perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Jepang menyalip raksasa otomotif Toyota Motor.
IPO OpenAI dinilai penting bagi investor karena akan memudahkan mereka menilai portofolio SoftBank secara keseluruhan. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu bulan ini telah mengajukan dokumen IPO kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di Amerika Serikat.
Namun, menurut laporan the New York Times, sejumlah bankir menyarankan OpenAI menunda IPO hingga 2027. Alasannya, volatilitas saham-saham teknologi belakangan ini dikhawatirkan dapat meredam antusiasme investor ritel.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Perempuan Disiksa dan Disekap Kekasih di Empat Kos Hingga Nyaris Buta
Bank Muamalat Buka Program Rekrutmen Customer Service untuk Talenta Muda, Pendaftaran hingga Juli 2026
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Picu Lonjakan Permintaan Pertalite, Pemerintah Percepat Distribusi
Pemerintah Minta Mitra Makan Bergizi Gratis Bersabar di Tengah Penataan Ulang Program