Siang itu, Kamis (25/12/2025), suasana Pegunungan Pasir Kolak di Gayo Lues, Aceh, berubah mencekam. Warga Desa Lukup Baru Bur Roda menemukan dua jasad pria dalam kondisi yang sudah tak lagi utuh. Polisi pun bergerak cepat. Mereka langsung menyelidiki dugaan pembunuhan keji terhadap kedua pria tersebut.
Korban diketahui berinisial HR dan DR. Mereka sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus penderes getah pinus. Keduanya ternyata bukan warga lokal, melainkan berasal dari Desa Sadabumi, Cilacap, Jawa Tengah. Apa yang mereka alami di pegunungan terpencil itu?
Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Muhamad Abidinsyah, memberikan konfirmasi.
"Untuk motif saat ini kita masih lakukan penyelidikan dan kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untuk sementara pelaku sudah kita identifikasi dan anggota kami sedang melakukan pengejaran," ujarnya.
Menurut sejumlah saksi, kondisi jasad saat ditemukan sudah sangat memprihatinkan. Abidinsyah menuturkan, "Diduga korban pembunuhan. Kedua korban warga Jawa Tengah yang sehari-hari bekerja sebagai penderes."
Di lokasi kejadian, tim gabungan Satreskrim dan Inafis berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti kunci. Mereka menemukan dua parang, dua handphone berwarna biru, sebuah dompet, KTP atas nama salah satu korban, hingga tas selempang. Barang-barang itu kini sedang diteliti lebih lanjut.
Dari pemeriksaan medis awal, terlihat jelas adanya luka-luka akibat senjata tajam di tubuh kedua korban. Hal inilah yang menguatkan dugaan polisi bahwa ini adalah tindak pidana pembunuhan, bukan kecelakaan atau sebab alamiah.
Proses evakuasi korban sendiri tak mudah. Medan pegunungan yang berat memaksa polisi bersama warga setempat memikul jasad menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan. Dari sana, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Muhammad Ali Kasim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus digencarkan. Penyidik juga masih memeriksa saksi dan mendalami barang bukti. Semua upaya dikerahkan untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik tragedi ini.
Setelah seluruh proses pemeriksaan forensik dinyatakan selesai, kedua jasad akhirnya bisa dipulangkan. Keluarga korban di Cilacap pun telah menerimanya untuk dimakamkan di tanah kelahiran. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apa yang sebenarnya terjadi di pegunungan terpencil Gayo Lues itu?
Artikel Terkait
Hari Pers Nasional 2026: Tantangan Media di Era Dominasi Algoritma dan Viralitas
Budayawan Sobary Bela Roy Suryo Cs di Polda: Mereka Jalankan Peran Intelektual
Sekretaris DPD II Golkar Soppeng Yahya Daud Meninggal Dunia
Bupati Bone Resmikan Rumah Brigade Pangan di Pesta Panen Dusun Tuan Lewo