Kecepatan data jadi penentu. Itulah pesan tegas Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, kepada para kepala daerah di Aceh. Pasca bencana, bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah warga tak bisa turun kalau datanya tak lengkap. Nah, di sinilah peran keuchik atau kepala desa diminta untuk dioptimalkan. Mereka diharapkan bisa bergerak cepat mendata kerusakan rumah warga, mulai dari yang ringan sampai yang berat.
“Berkaitan dengan masalah hunian, Bapak, kuncinya adalah kecepatan data,” ujar Tito dalam rapat bersama Presiden Prabowo, Kamis (1/1).
Rapat itu digelar usai Presiden meninjau langsung lokasi bencana. Tito menjelaskan, bantuan dari BNPB akan disalurkan sesuai tingkat kerusakan. Untuk rusak ringan, nilainya Rp15 juta. Rusak sedang, Rp30 juta. Sementara untuk rumah yang rusak berat atau bahkan hilang, pemerintah akan menyiapkan hunian sementara, hunian tetap, atau dana tunggu hunian.
Namun begitu, semua skema bantuan itu mentok kalau datanya tak kunjung datang. Menurut Tito, beberapa provinsi seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara sudah melaporkan datanya dengan cepat. Tapi Aceh masih perlu bergegas.
“Mohon kalau bisa lebih cepat lagi,” pinta Tito. “Jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat. Padahal pemerintah menunggu data itu.”
Artikel Terkait
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan
Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana
Bentrok Warga Ricuhkan Kolong Flyover Manggarai
Libur Sekolah Jakarta Berakhir 3 Januari, Ini Jadwal Lengkap Libur 2026