Pelatih kepala Afrika Selatan, Hugo Broos, melontarkan kritik tajam terhadap gaya permainan Republik Ceko setelah kedua tim harus puas berbagi angka 1-1 dalam laga Grup A Piala Dunia 2026 yang digelar di Atlanta Stadium, Kamis malam waktu Indonesia. Menurut Broos, lawannya terlalu mengandalkan kekuatan fisik ketimbang memainkan sepak bola yang atraktif dan berbasis penguasaan bola.
Afrika Selatan nyaris menelan kekalahan sebelum Teboho Mokoena mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Gol tersebut memastikan Bafana Bafana mengamankan satu poin penting. Tambahan satu angka membuat Afrika Selatan dan Republik Ceko kini sama-sama mengoleksi satu poin di klasemen sementara Grup A.
Meski puas dengan semangat juang anak asuhnya, Broos merasa timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik berdasarkan jalannya pertandingan. Dalam konferensi pers usai laga, pelatih asal Belgia itu secara terbuka mengkritik gaya permainan Republik Ceko yang dinilai terlalu mengandalkan kekuatan fisik.
"Republik Ceko adalah tim yang mengandalkan fisik dan mereka tidak suka bermain sepak bola atau permainan umpan," kata Broos.
Menurutnya, lawan memaksimalkan keunggulan postur pemain untuk memenangkan duel udara dan mengirimkan bola-bola panjang ke area pertahanan Afrika Selatan. "Lapangan itu sangat lurus, dan mereka memiliki pemain yang cocok untuk itu. Semua pemainnya tinggi. Jadi itu berarti bagi kami sangat sulit menghadapi bola-bola tinggi itu," ujarnya.
Meski melontarkan kritik, Broos tetap menghormati keputusan pelatih Republik Ceko dalam menentukan taktik timnya. "Dan inilah yang dilakukan Republik Ceko, dan oke, itu taktik. Saya tidak bisa mengatakan mengapa begini atau mengapa begitu. Pelatih yang memutuskan itu, dan mungkin jika saya menjadi pelatih Republik Ceko, saya akan melakukan hal yang sama," katanya.
Namun, pelatih berusia 74 tahun itu menilai pertandingan akan lebih menarik jika dimainkan dengan pendekatan yang lebih mengedepankan penguasaan bola dan kombinasi umpan. "Tapi saya rasa jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan lebih menyukai pertandingan yang kami mainkan hari ini daripada pertandingan melawan Republik Ceko," lanjutnya.
Sementara itu, Broos juga menyoroti kondisi Atlanta Stadium yang menjadi venue pertandingan. Menurutnya, stadion megah yang biasa digunakan untuk berbagai ajang olahraga itu belum sepenuhnya menghadirkan nuansa sepak bola yang ideal. "Sejujurnya, ini bukanlah stadion sepak bola. Ini stadion yang bagus, stadion yang fantastis. Semua yang Anda inginkan ada di sini, tetapi hanya rumputnya saja yang layak untuk sepak bola. Selebihnya bukan," ujar Broos.
Pelatih asal Belgia tersebut mengaku lebih menyukai stadion terbuka yang mampu menghadirkan atmosfer pertandingan lebih hidup. "Ini stadion tertutup, jadi ya, saya lebih suka bermain di stadion terbuka. Saya tidak begitu merasakan atmosfer di stadion seperti itu. Jika dibandingkan dengan Azteca, misalnya, itu adalah stadion sepak bola yang sesungguhnya," pungkasnya.
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup A Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Afrika Selatan dan Republik Ceko wajib meraih hasil maksimal pada laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Artikel Terkait
Striker Timnas Pantai Gading Elye Wahi Ditahan Polisi Prancis atas Dugaan Pengaturan Skor, Tetap Bela Negara di Piala Dunia 2026
Gibran: Libur Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis
DPR Dukung Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer, Soroti Mark-up Harga
Pemimpin Tertinggi Iran Tuding Trump Putus Asa di Balik MoU Damai dengan AS