Jakarta - Musim ini benar-benar belum berakhir, tapi bagi Chelsea, rasanya seperti sudah. Rabu dini hari tadi, The Blues kembali tumbang. Kali ini, Brighton & Hove Albion yang jadi algojonya, dengan skor telak 3-0 di AMEX Stadium. Bukan sekadar kalah, tapi mereka menorehkan sejarah kelam.
Pertandingan berjalan satu arah. Chelsea terlihat tak berdaya. Gol-gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck dengan mudah merobek jala pertahanan mereka. Dari bangku penonton, sorak-sorai suporter Brighton terdengar nyaring, sementara para pemain tamu hanya bisa menunduk.
Hasil ini otomatis mengubah peta klasemen. Brighton melompat ke posisi keenam, mendepak Chelsea yang terperosok ke urutan ketujuh dengan 48 poin. Jaraknya makin jauh dari papan atas.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah tren yang terjadi. Di bawah kendali Liam Rosenior, performa Chelsea justru merosot drastis. Ini sudah kekalahan kelima mereka secara beruntun di Liga Inggris. Sebelumnya, mereka juga takluk dari Newcastle, Everton, Manchester City, dan Manchester United.
Statistiknya sungguh memprihatinkan. Dalam lima laga kekalahan beruntun itu, gawang Chelsea kebobolan 11 kali. Parahnya, mereka sama sekali tidak bisa membalas. Nihil. Tak ada satu gol pun yang tercipta.
Menurut catatan Football Bible, situasi sepahit ini terakhir kali terjadi lebih dari seabad lalu, tepatnya pada November 1912. Bayangkan saja. Lini serang mereka benar-benar kehilangan taring.
Melawan Brighton, misalnya. Hanya ada enam percobaan tembakan, dan tidak satupun yang mengarah tepat ke gawang. Performa payah itu memicu kekecewaan. Bahkan, cemoohan mulai dilontarkan sebagian suporter kepada tim yang mereka dukung.
Dengan begini, mimpi bermain di Liga Champions musim depan hampir pupus. Chelsea kini tertinggal tujuh poin dari Liverpool di posisi kelima. Peluang itu terasa sangat tipis.
Namun begitu, masih ada secercah harapan. Momentum untuk bangkit bisa datang dari ajang lain. Chelsea akan menghadapi laga besar di semifinal FA Cup melawan Leeds United di Wembley. Itu adalah pertandingan yang harus dimenangkan. Bisa dibilang, itu adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim yang penuh nestapa ini.
Artikel Terkait
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
AHY Soroti Ketimpangan Anggaran Infrastruktur: Rp46 Triliun untuk Jalan vs Rp5 Triliun untuk Kereta Api