Suasana di sebuah perumahan di Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak tegang. Dodo Siagian dan anaknya, Nasio, justru berakhir sebagai tersangka polisi. Pemicunya? Mereka dikabarkan menganiaya tetangga sendiri, gara-gara tak tahan dengan suara drum yang dimainkan sang korban.
Video peristiwa itu sempat beredar luas. Dalam rekaman yang beredar Senin (9/2) lalu itu, korban terlihat sudah jatuh dan dipukuli. Beberapa orang berusaha melerai, tapi suasana tetap panas.
Menurut sejumlah saksi, perseteruan ini sudah berlangsung lama. Akhirnya, korban memutuskan melapor ke Polres Metro Jakarta Barat pada 7 Februari 2026, dengan nomor LP/B/359/II/2026/SPKT. Laporan itu menjerat pasal penganiayaan.
Namun begitu, kasusnya jadi berbelit. Rupanya, kedua belah pihak saling melapor. Si korban mengaku dicekik dan ditabrak. Di sisi lain, keluarga Siagian si ayah dan anak juga melaporkan sang tetangga pemain drum itu atas tuduhan pengancaman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut sudah ditangani.
“Saat ini korban sudah membuat laporan ke Polrestro Jakbar dan dalam penanganan oleh Satreskrim Jakbar,” ujar Budi, Senin lalu.
Ia menambahkan, “Begitu juga si terlapor, pelaku yang melakukan penganiayaan, juga membuat laporan polisi. Mereka merasa terancam dan diancam perusakan jika tidak berhenti main drum yang dianggap mengganggu.”
Budi menegaskan polisi akan mengusut tuntas. Setiap laporan dari warga, katanya, adalah hak yang dilindungi.
“Pihak kepolisian menerima laporan semua warga. Itu hak mutlak. Tidak ada pandang bulu, asalkan terpenuhi unsur pidana, ada alat bukti, dan saksi,” imbuhnya.
Kini, kasus sederhana yang berawal dari kebisingan itu telah berubah jadi urusan hukum yang rumit. Kedua pihak menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Metode Kakeibo: Teknik Pencatatan Manual dari Jepang untuk Disiplin Menabung dan Mengurangi Belanja Impulsif
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Sebut Ada Capaian Konkret
Lima Jenazah Satu Keluarga Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Dimakamkan
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa