“Ada statement yang menyatakan video call dengan malaikat maut. Gimana caranya? Di sini sudah tidak berdasar sama sekali apa yang diucapkan,” tegas Kiai Cholil dalam pernyataan resminya, Selasa (9/7/2024).
Dia menambahkan bahwa MUI melalui Komisi Pengkajian dan Penelitian turut menindaklanjuti kasus ini untuk menemukan temuan-temuan yang mendukung atau membantah klaim tersebut.
Menurut Prof Utang Ranuwijaya, Ketua Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan MUI, mereka telah berkomunikasi dengan MUI Kabupaten Malang merespons kasus tersebut, mengingat banyaknya pertanyaan dari masyarakat terkait ajaran tokoh bernama asli Iyus Sugiman tersebut.
“Kehadiran seorang yang sangat kontroversial sangat meresahkan masyarakat,” ungkap Prof Utang.
Prof Utang juga menyatakan bahwa MUI Malang telah berupaya untuk bertemu dengan Mama Ghufron, namun yang bersangkutan tidak menghadiri undangan tersebut.
Ini menimbulkan kesan bahwa Ghufron tidak memiliki masalah dengan MUI, padahal isu ini sangat sensitif dan berpotensi merusak pemahaman keagamaan yang benar di kalangan umat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Ulama di Tengah Sorotan Desakan MUI Soal Board of Peace
Pemerintah Lampaui Target Revitalisasi 16.167 Sekolah, Usul Tambah Dana Rp89,49 Triliun
Pemerintah Jamin Harga Pertalite Tak Naik Sampai Lebaran 2026
Kilang Aramco di Ras Tanura Kembali Diserang Drone, Tidak Ada Kerusakan