Korban Pukulan Payung di Depok Pilih Berdamai, Alasannya Bikin Tersentuh

- Jumat, 02 Januari 2026 | 15:48 WIB
Korban Pukulan Payung di Depok Pilih Berdamai, Alasannya Bikin Tersentuh

Kurir makanan berinisial I memilih untuk tidak melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke polisi. Padahal, kejadian di depan sebuah rumah makan di Depok, Sleman, itu sempat viral. Dia dikejar dan dipukuli dengan payung oleh seorang tukang parkir.

Ketua Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB), Rie Ramawati, mengonfirmasi keputusan itu.

"Untuk langkah hukum kita sudah sepakat: enggak," kata Wuri, begitu dia biasa disapa, saat dihubungi Jumat lalu.

Menurutnya, ada pertimbangan kemanusiaan. Si tukang parkir ternyata sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi menarik uang parkir dari para driver online. "Karena kan, mengingat ya mesakke (kasihan) juga tukang parkirnya," ujar Wuri. Alasan itulah yang akhirnya membuat korban dan forumnya memilih berdamai.

Beban Parkir yang Tak Ringan

Wuri bilang, sebenarnya mayoritas tukang parkir di Yogyakarta sudah tidak menarik biaya dari ojol. Namun begitu, kalau pun ada, tarif dua ribu rupiah itu cukup memberatkan. Bayangkan, mereka datang cuma sebentar untuk mengambil pesanan, bukan untuk makan berlama-lama.

"Tarif kita kan cuma Rp 5 ribu. Double order kadang cuma dapat Rp 7.200, triple order dapat Rp 10 ribu tok, dari tiga resto berbeda," jelasnya. "Kalau kena parkir di setiap tempat, ya habis. Kita tidak dapat apa-apa."


Halaman:

Komentar