Jakarta, Selasa sore itu. Dari gedung Kementerian Agama, Menteri Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan keputusan yang ditunggu banyak orang. Hasil sidang isbat menetapkan: 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang beredar.
“Tentunya kita semua berharap semoga keputusan ini memungkinkan seluruh umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasanya secara bersama-sama,” ujar Menag, di hadapan para wartawan.
Namun begitu, ada satu hal yang langsung mencolok. Penetapan pemerintah ini berbeda sehari dengan keputusan yang sudah lebih dulu dikeluarkan oleh Muhammadiyah. Organisasi Islam terbesar kedua itu menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Jadi, ya, akan ada selisih lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Nasaruddin Umar tak ingin perbedaan ini jadi masalah. Malah, ia berharap pengumuman resmi dari pemerintah bisa menjadi simbol perekat kebersamaan. “Dan seandainya ada di antara keluarga kita umat Islam yang mungkin akan melakukan hal yang berbeda sesuai keyakinan masing-masing, kita juga mengimbau masyarakat agar mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berbeda dalam artian negatif,” jelasnya.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan