Pemerintah Iran mulai mempersenjatai dan melatih warga sipil sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Televisi pemerintah Iran pada Jumat (15/5/2026) menayangkan sejumlah program bernuansa militer yang secara eksplisit mengajak masyarakat untuk bersiap menghadapi perang. Salah satu saluran, Ofogh, menampilkan seorang komandan bertopeng dari Korps Garda Revolusi Islam yang memberikan pelatihan penggunaan senapan serbu AK-47 kepada warga. Dalam siaran tersebut, masyarakat juga diajak mendatangi stan-stan pelatihan senjata yang dibuka saat demonstrasi pro-pemerintah berlangsung.
Segmen pelatihan itu diakhiri dengan aksi pembawa acara yang menembakkan senapan ke udara, lalu mengarahkan tembakan ke arah bendera Uni Emirat Arab. Tindakan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk di tengah konflik yang belum mereda.
Di saluran televisi lainnya, presenter Mobina Nasiri tampil memegang senapan serbu sambil menyatakan kesiapannya berkorban untuk negara.
“Aku siap mengorbankan nyawaku demi Iran,” ujar Nasiri dalam siaran tersebut.
Sementara itu, kota-kota besar di Iran kini dipenuhi kendaraan lapis baja dan pos pemeriksaan yang dijaga pria bersenjata bertopeng. Mobilisasi sipil ini menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional Iran untuk menghadapi kemungkinan eskalasi perang dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah Iran terus memperingatkan bahwa konflik dapat kembali pecah sewaktu-waktu jika negosiasi dengan Washington gagal mencapai kesepakatan.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026
Tersangka Ijazah Palsu Jokowi Desak Polisi Beri Kepastian Hukum, Roy Suryo Diminta Ditahan
KPPI Hentikan Penyelidikan Perpanjangan Bea Masuk Pengamanan Komponen Kulkas, Industri Dinilai Sudah Pulih
Kesaksian Korban Pembobolan Rp1,2 Miliar: Terapis Curi Kartu ATM dari Casing Ponsel