Banjir yang menerjang Desa Bojongsari, Kabupaten Bekasi, ternyata memakan korban jiwa. Seorang remaja berusia 19 tahun, berinisial J, ditemukan meninggal setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam air. Ketinggian air saat itu disebut-sebut mencapai dua meter.
Menurut keterangan yang beredar, kejadiannya berlangsung kemarin siang. Korban sebelumnya bermain bersama tiga temannya di lokasi yang sudah berubah menjadi genangan luas itu. Untuk menyelamatkan diri, ia sempat berpegangan pada tiang gawang.
“Kejadiannya kemarin siang. Korban sempat berenang sejauh 50 meter dari daratan dan berhenti bergelantungan di tiang gawang, kemungkinan karena kelelahan,”
kata Taryana, seorang tenaga medis setempat.
Sayangnya, upaya itu tak bertahan lama. Melihat kondisi J yang kian melemah, ketiga rekannya berusaha mencari pertolongan. Mereka berenang ke darat untuk meminta bantuan warga. Namun, sebelum bantuan tiba, korban sudah hilang dari pandangan.
Pencarian pun digelar. Warga berusaha mencarinya, meski sempat terkendala. Perahu yang biasa digunakan justru sedang dipakai untuk mengevakuasi korban banjir lainnya. Saat akhirnya ditemukan, keadaan korban sudah sangat memprihatinkan.
“Saat ditemukan, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Nadinya tidak teraba, tidak ada napas, wajahnya pucat dan membiru,”
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Pikap Penuh Penumpang di Kebumen
Nadiem Bantah Tuduhan Pemerkayaan Rp6 Triliun dari SPT Pajak di Sidang Chromebook
Wali Kota Solo Pastikan Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Terdakwa Kasus Mutilasi Tiara Ungkap Motif: Emosi yang Menumpuk