Polisi masih memburu jejak di balik insiden dua pekerja rumah tangga yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kejadiannya cukup menghebohkan. Satu orang tewas, satu lagi selamat meski luka-luka.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 22 April lalu. Dari informasi yang dihimpun, korban meninggal adalah seorang anak di bawah umur, inisial R, baru 15 tahun. Sementara rekannya, D (30), masih bernasib lebih baik setidaknya masih hidup.
Nah, berikut beberapa fakta yang terungkap sejauh ini:
1. Kondisi PRT yang Selamat
Dua orang itu sama-sama melompat. Tapi nasib berkata lain. R jatuh dan tak tertolong. D? Dia selamat, meski tidak tanpa cedera.
“Nggak kritis, patah tangan aja,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, kepada wartawan, Kamis (23/4). Singkat, tapi jelas.
2. Alasan di Balik Lompatan Nekat
Menurut Roby, motifnya sederhana tapi menyedihkan: mereka ingin kabur. Keduanya sudah tidak betah bekerja di tempat itu. Katanya, majikannya galak. Bahkan lebih dari itu sadis.
“Untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja,” ujar Roby.
Dia juga menambahkan, ada saksi lain yang bilang kalau majikannya bersikap sadis. Tapi soal bentuk kesadisan itu, polisi masih mendalami. “Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” tuturnya.
Entah apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kos itu. Yang jelas, dua pekerja rumah tangga ini memilih lompat daripada terus tinggal. Ironis, memang.
Artikel Terkait
Polisi Periksa 70 Saksi dan 687 Korban Lapor dalam Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen untuk Perkuat Rupiah yang Terus Melemah
Panitia Muharram 2026 Siapkan Tema Hijrah untuk Pemuda, Pelajar, dan Masyarakat Umum
Polri Siap Dukung Program Swasembada Pangan demi Kemandirian Nasional