Pertanyaan mengenai kapan Hari Raya Idul Adha 2026 akan jatuh mulai mengemuka di kalangan umat Islam seiring mendekatnya bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, meskipun kepastian tanggal tersebut masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah.
Bulan Dzulhijjah merupakan satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Haji atau Bulan Kurban karena menjadi waktu utama pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban. Keistimewaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah At-Taubah ayat 36, yang menyatakan bahwa di antara dua belas bulan dalam ketetapan Allah, terdapat empat bulan haram, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, pada bulan-bulan haram tersebut masyarakat Arab dilarang berperang karena kesuciannya. Oleh karena itu, bulan ini juga dinamakan Syahrullah Asham, yang berarti Bulan Allah yang Sunyi. Muhammad Ajib dalam bukunya Fiqih Qurban Perspektif Mazhab Syafi'i menambahkan bahwa Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri selain Ramadhan. Salah satu keutamaannya adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijadikan media bersumpah oleh Allah dan amalan di dalamnya dinilai sangat utama serta paling dicintai oleh-Nya.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa seluruh umat Islam di Indonesia berpotensi merayakan Idul Adha secara serentak. Menurut perhitungan astronomi, posisi hilal saat Magrib pada 17 Mei 2026 diprediksi sudah cukup tinggi dan memenuhi kriteria berbagai metode penetapan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi.
“Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026,” jelas Thomas. Ia menegaskan bahwa kemungkinan perubahan tanggal sangat kecil, namun tetap meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.
Di sisi lain, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026. Sidang ini dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli falak dan astronomi.
“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” ujarnya. Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi, dan rukyat, yakni pengamatan hilal secara langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Kedua pendekatan ini saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif.
Artikel Terkait
Menteri Pertanian Pastikan Cadangan Beras Cukup Hingga Maret 2027 Meski Hadapi Ancaman El Nino
SIAL Interfood 2026 Targetkan 700.000 Pengunjung Profesional dari 205 Negara
Hampir 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun
Penumpang Kereta Api di Daop 9 Jember Tembus 54 Ribu Orang Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus