Rumor kepindahan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, ke Persebaya Surabaya kembali mencuat jelang pembukaan bursa transfer Super League 2026/2027, dengan sang pemain disebut-sebut masuk dalam radar serius Green Force yang tengah memburu striker lokal tajam. Jika transfer ini terwujud, skenario reuni antara Sananta dan pelatih Bernardo Tavares di Surabaya pun terbuka lebar.
Isu ini kembali bergulir pada Rabu (13/5/2026) setelah akun sepak bola Tanah Air, @fabrizioasia_, menyebutkan bahwa Persebaya sedang memantau peluang untuk mendatangkan striker yang saat ini membela DPMM FC tersebut. Kabar itu langsung menyita perhatian publik, mengingat kebutuhan Persebaya akan seorang penyerang lokal haus gol memang menjadi salah satu prioritas utama dalam pembenahan tim untuk musim depan.
Sebenarnya, rumor ketertarikan Green Force terhadap Sananta bukanlah hal yang baru. Spekulasi serupa sudah beredar sejak akhir April 2026 dan terus berkembang di kalangan suporter Persebaya. Pada 29 April 2026, akun Instagram yang sama sempat mengunggah informasi bahwa Persebaya tengah memantau sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, termasuk Sananta.
“Breaking News//PERSEBAYA SURABAYA Sedang Memantau Pemain Timnas Indonesia yang berkarir di Luar Negeri, Salah satunya Ramadhan Sananta,” tulis akun tersebut kala itu. Unggahan itu langsung memicu antusiasme besar dari Bonek, yang menilai Sananta sebagai sosok ideal untuk meningkatkan daya gedor tim yang musim lalu dinilai belum maksimal.
Peluang Persebaya untuk mendapatkan Sananta dinilai cukup terbuka, terutama karena status kontraknya bersama DPMM FC belum menemui kejelasan. Striker berusia 23 tahun itu diketahui hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim saat bergabung dengan klub asal Brunei Darussalam tersebut pada awal musim 2025/2026, setelah meninggalkan Persis Solo dengan status bebas transfer.
Selama memperkuat DPMM FC, performa Sananta belum terlalu eksplosif seperti saat ia tampil di kompetisi Indonesia. Ia mencatatkan 27 pertandingan dengan total 1.849 menit bermain di semua kompetisi musim 2025/2026, dan dari jumlah tersebut, ia mengoleksi empat gol serta dua assist. Meski statistiknya belum mencolok, situasi kontrak yang berpotensi habis menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk bergerak cepat. Jika DPMM FC tidak memperpanjang kontraknya, Green Force bisa merekrut Sananta tanpa biaya transfer sebuah keuntungan besar bagi klub yang tetap harus berhitung dalam menyusun kekuatan skuad musim depan.
Namun, Persebaya diperkirakan tidak akan sendirian dalam perburuan tanda tangan sang striker. Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia membuat Sananta diyakini tetap diminati banyak klub, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu faktor yang membuat rumor ini semakin kuat adalah keberadaan Bernardo Tavares di Persebaya. Hubungan antara Sananta dan pelatih asal Portugal itu sudah terjalin sangat baik sejak keduanya bekerja sama di PSM Makassar. Di bawah tangan dingin Tavares, Sananta berkembang menjadi salah satu striker lokal paling berbahaya di Indonesia pada musim 2022/2023. Meski saat itu usianya masih muda, ia mampu tampil tajam dan konsisten sebagai ujung tombak utama Pasukan Ramang.
Pada musim tersebut, Sananta mencatatkan 11 gol dan dua assist, torehan yang turut membantu PSM Makassar tampil stabil hingga akhirnya keluar sebagai juara Super League 2022/2023. Kesuksesan itu membuat hubungan emosional keduanya diyakini masih terjalin erat hingga kini. Faktor kedekatan dengan Tavares dinilai bisa menjadi senjata utama Persebaya untuk membujuk Sananta kembali berkarier di Indonesia. Selain sudah memahami karakter pelatih, Sananta juga dinilai cocok dengan gaya permainan agresif yang selama ini menjadi ciri khas Bernardo Tavares.
Dari sisi kebutuhan tim, ketertarikan Persebaya terhadap Sananta juga dianggap sangat masuk akal. Green Force memang membutuhkan tambahan penyerang haus gol untuk meningkatkan produktivitas lini depan yang masih menjadi pekerjaan rumah musim lalu. Meski mampu bersaing di papan atas, efektivitas penyelesaian akhir Persebaya kerap menjadi sorotan. Kehadiran striker lokal berlabel Timnas Indonesia tentu bisa menjadi solusi untuk memperkuat lini serang.
Sananta dikenal memiliki karakter permainan yang agresif, kuat dalam duel fisik, aktif menekan lawan, dan cukup tajam di area kotak penalti. Selain itu, usianya yang masih 23 tahun membuatnya dinilai ideal untuk proyek jangka panjang Persebaya. Di tengah persaingan Super League yang semakin kompetitif, keberadaan pemain lokal berkualitas juga menjadi aset penting untuk menjaga keseimbangan komposisi skuad antara pemain asing dan lokal.
Meski rumor transfer ini terus berkembang, hingga kini manajemen Persebaya belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar pendekatan terhadap Sananta. Situasi tersebut membuat rumor ini masih berada pada tahap spekulasi. Namun, munculnya isu secara berulang membuat banyak pihak mulai percaya bahwa komunikasi antara kedua pihak memang sedang berlangsung.
Bursa transfer Super League 2026/2027 diprediksi mulai memanas dalam beberapa pekan mendatang, dan Persebaya menjadi salah satu klub yang paling aktif diperbincangkan. Kini publik menanti apakah Green Force benar-benar mampu memulangkan Sananta ke kompetisi Indonesia. Jika transfer itu terwujud, reuni antara Bernardo Tavares dan Ramadhan Sananta berpotensi menjadi kekuatan baru yang bisa menghadirkan ancaman serius bagi rival-rival Persebaya musim depan.
Artikel Terkait
40 Perusahaan Baja China Berkomitmen Penuhi Kewajiban Pajak Usai Didatangi Tim Gabungan DJP dan Bea Cukai
Hari Pertama Libur Panjang, KAI Catat 685.933 Tiket Kereta Terjual
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik