Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada tahun 2029 tidak akan tercapai tanpa dukungan signifikan dari sektor swasta. Pernyataan ini disampaikan di hadapan perwakilan negara Uni Eropa dan organisasi internasional dalam acara International Seminar on Debottlenecking Channel bertajuk “Resolving Bottleneck, Accelerating Investment” yang digelar di Kompleks Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Purbaya, kapasitas Kementerian Keuangan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas untuk menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa kontribusi langsung pemerintah terhadap perekonomian hanya sekitar sepuluh persen, sementara sisanya, yaitu 90 persen, berasal dari sektor swasta.
“Kontribusi penghabisan pemerintahan ke ekonomi kita hanya sekitar 10 persen, 90 persennya dikontribusi oleh sektor pribadi. Jadi tanpa partisipasi sektor pribadi yang signifikan, hampir tidak mungkin untuk menciptakan kembang ekonomi lebih dari enam persen,” ungkap Purbaya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kontribusi sektor swasta menjadi kunci untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029. Pemerintah, kata dia, kini memprioritaskan perbaikan iklim investasi dan kepastian hukum guna menarik lebih banyak partisipasi dan penanaman modal dari pelaku usaha.
“Namun, kita tahu target kita adalah delapan persen pada 2029. Kami, pemerintahan Indonesia, mengerti bahwa kita perlu meningkatkan ‘pertunangan’ sektor pribadi dalam ekonomi kita,” kata dia.
Sementara itu, Purbaya mengungkapkan bahwa memperbaiki tatanan aturan di atas kertas tidak akan efektif jika pemerintah tidak memahami masalah riil yang mencekik dunia usaha di lapangan. Melalui pendekatan penyelesaian kasus per kasus dengan pemanfaatan satgas Debottlenecking, pemerintah menjamin percepatan investasi dapat langsung dirasakan oleh investor, sebelum akhirnya diakomodasi ke dalam perbaikan regulasi secara permanen.
“Saya mendengar dari sektor pribadi apa masalahnya, masalahnya, dan kami menyelesaikan masalahnya. Dan, akhirnya, kami juga akan meningkatkan regulasi tersebut. Jadi, menurut saya, itu adalah langkah yang lebih baik dan langkah yang akan memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih baik karena kami menangani masalah yang sebenar yang dihadapi oleh komunitas bisnis di negara kita,” ujar dia.
Artikel Terkait
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik
Libur Panjang Akhir Pekan, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Ragunan Sejak Pagi
Kelas Menengah Atas Makin Selektif Belanja Kesehatan di Tengah Tekanan Ekonomi