“Misalnya di distribusi distribusi dan sebagainya, seakan-akan penjualan semua bagus padahal enggak. Anaknya si KF (Kimia Farma),” imbuh Arya.
Adapun, temuan dugaan rekayasa keuangan tersebut berdasarkan hasil audit internal PT Kimia Farma. “Itu hasilnya kalau nggak ada audit dari internalnya KF (Kimia Farma) mana dapat itu, karena yang audit internal makanya didapat itu,” ungkapnya.
Selain itu, permasalahan lain yang terjadi di kimia Farma, yaitu banyaknya pabrik yang dibangun tetapi dinilai tidak efisien. “Dan disamping itu juga KF (Kimia Farma) ada juga problem di pabriknya.
Yaitu kebanyakan pabrik, enggak efisien. Makanya dari 10 pabrik bakal tinggal lima pabrik yang dikelola. Iya, jadi enggak efisien lah pokoknya, dulu itu terlalu banyak bangun pabrik. Padahal enggak butuh,” tutur dia
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Eks Napi Bongkar Rantai Narkoba di Rutan Salemba: 70 Persen Penghuni Pemakai
DPR Desak Kemlu Siaga Penuh, Waspadai Eskalasi AS-Iran
Kota Tua Macet, Lisa Blackpink Syuting Film di Jantung Ibu Kota
Perang Rusia-Ukraina: Korban Gabungan Tembus 1,8 Juta Jiwa, Terburuk Sejak PD II