Kemenkeu Resmi Luncurkan Nomor WhatsApp Khusus untuk Konfirmasi Aduan Pajak dan Bea Cukai
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi telah meluncurkan sebuah nomor WhatsApp khusus yang ditujukan bagi masyarakat untuk melakukan konfirmasi terkait aduan permasalahan layanan pajak dan bea cukai. Inisiatif ini hadir untuk melengkapi saluran pengaduan awal yang sebelumnya telah berjalan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara langsung mengumumkan nomor resmi tersebut, yaitu 08159966662. Kehadiran nomor khusus ini bertujuan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat, mengingat sebelumnya proses tindak lanjut aduan seringkali menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda sehingga menimbulkan keraguan.
Purbaya menekankan pentingnya nomor resmi ini untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat. "Dengan adanya nomor resmi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu atau takut ketika dihubungi untuk proses konfirmasi lebih lanjut," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Langkah strategis ini diambil menyusul kendala yang sering dihadapi Kemenkeu dalam menindaklanjuti laporan. Banyak aduan dari masyarakat yang tidak dapat dikonfirmasi validitasnya karena nomor telepon yang dicantumkan tidak aktif, tidak diangkat, atau pelapor enggan berkomunikasi lebih lanjut.
Purbaya memastikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. "Kami akan melakukan follow-up terhadap semua laporan yang diterima. Tim akan menghubungi kembali setiap pelapor untuk memverifikasi dan mengonfirmasi keluhannya," tegasnya.
Sebagai informasi, saluran pengaduan untuk layanan pajak dan bea cukai sendiri telah dibuka untuk umum sejak tanggal 15 Oktober 2025. Bagi masyarakat yang ingin mengajukan aduan awal, dapat mengirimkan laporan secara detail via WhatsApp ke nomor 082240406600. Dalam laporan, wajib mencantumkan nama lengkap, alamat email, serta penjelasan yang jelas mengenai permasalahan pajak atau bea cukai yang dihadapi.
Kemenkeu telah menyiapkan tim administrator khusus yang siaga untuk menerima, menyortir, dan menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk secara berkala, guna memastikan setiap keluhan masyarakat mendapatkan respons yang tepat.
Artikel Terkait
Diskualifikasi Adrian Fernandez di Enam Seri, Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat Ketiga Moto3 2026
IATA Pangkas Proyeksi Laba Industri Penerbangan Global 2026 Hingga Setengahnya Akibat Konflik Iran-AS
Dari Warung Sederhana ke Usaha Tumbuh: Nasabah PNM Mekaar Buktikan Akses Modal dan Pendampingan Dorong Pelaku Ultra Mikro Naik Kelas
BP BUMN Tetapkan Danantara sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Mulai Juni 2026