Cuaca ekstrem awal tahun ini benar-benar menyisakan masalah. Tak cuma banjir, jalanan di Jakarta pun jadi korban. Aspal terkelupas di sana-sini, meninggalkan lubang yang mengancam keselamatan. Polda Metro Jaya mencatat, dalam sebulan pertama 2026 saja, sudah puluhan kecelakaan terjadi gara-gara kondisi jalan yang mengenaskan itu.
AKBP Ojo Ruslani dari Ditlantas Polda Metro Jaya membenarkan hal ini. Menurutnya, tren kecelakaan akibat jalan rusak sudah terlihat sejak awal Januari.
“Total kejadian laka akibat jalan berlubang dari 1 Januari sampai dengan 28 Januari 2026 ada 27 kejadian (kecelakaan) dengan rincian 1 meninggal dunia, 8 luka berat dan 20 luka ringan,”
Ucap Ojo kepada wartawan, Kamis lalu. Ia tak sekadar menyebut angka. Ojo juga mengingatkan soal konsekuensi hukum yang bisa menimpa penyelenggara jalan jika kelalaian mereka terbukti menyebabkan kecelakaan.
“Penyelenggara jalan bisa dikenakan Pasal 273 UU nomor 22 tahun 2009 ayat 1. Luka ringan, rusak kendaraan 6 bulan denda 12 juta, Pasal 2 luka berat 1 tahun penjara denda 24 Juta, sebabkan kematian 5 tahun (penjara) atau denda Rp 120 juta,”
jelasnya. Imbauan pun disampaikan. Dia mendorong jajaran Satlantas di lapangan untuk segera mendata titik-titik rawan dan menindaklanjutinya. “Kita mengimbau kepada para Kasat Lantas untuk bersama-sama segera inventarisir pendataan jalan rusak dan segera memperbaikinya,” tuturnya.
Hujan Deras, Lubang Pun Bermunculan
Penyebab utamanya jelas: hujan deras yang tak henti mengguyur Ibu Kota. Genangan air meresap dan melemahkan struktur jalan. Hasilnya? Aspal ambles, terkelupas, dan meninggalkan jurang-jurang kecil yang sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Di sisi lain, Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah menyadari masalah ini. Gubernur Pramono Anung mengakui bahwa penanganan jalan berlubang adalah prioritas. Namun begitu, ada kendala cuaca yang menurutnya sulit dilawan.
“Hal yang berkaitan dengan jalan berlubang, sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang,”
kata Pramono saat meninjau normalisasi kali di Cilincing, Selasa (27/1).
Sayangnya, niat itu terpaksa ditahan. Prediksi curah hujan tinggi hingga awal Februari dinilai akan membuat segala perbaikan jadi sia-sia. Aspal tambalan baru bisa terlepas lagi hanya dalam hitungan hari.
“Tetapi sekali lagi, karena sampai dengan tanggal 1 curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang, pasti 1-2 hari akan terkelupas kembali. Dan itu terjadi kemarin yang ada di Jalan Gatot Subroto,”
ujarnya. Jadi, ada dilema. Di satu sisi, lubang menganga dan memakan korban. Di sisi lain, perbaikan di tengah hujan dianggap seperti membuang uang dan tenaga. Sementara itu, pengendara harus terus berjibaku dengan jalanan yang semakin rusak.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar