Selanjutnya, Pria berusia 52 tahun tersebut mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat. Sepak terjang kariernya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan di Indonesia Business Weekly pada tahun 1994.
Setelah itu, Tommy bekerja sebagai analisis keuangan di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong. Pada tahun 2006, karier Tommy Djiwandono terus melejit terutama saat pamannya Hashim memintanya untuk membantu di perusahaan agribisnis, Arsari Group. Tommy kemudian menempati posisi strategis dengan menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group.
Melenggang ke dunia politik, Tommy lantas menjadi anggota dalam Partai Gerindra dan sempat maju sebagai Caleg di Provinsi Kalimantan Barat.
Saat ini, sosok yang digadang akan menggantikan Sri Mulyani tersebut menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra. Dialah pengendali keuangan partai milik Sang Paman, Prabowo Subianto.
Pada Pilpres 2014, Tommy mengusung pasangan Prabowo-Hatta dan berperan penting bagi Koalisi Merah-Putih (KMP) di bidang kebutuhan logistik. Berkat kinerja Tommy juga, Partai Gerindra mendapatkan peringkat terbaik sebagai Partai Politik dengan laporan keuangan yang paling transparan.
Partai Gerindra menyabet penghargaan dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch berkat kiprah Tommy di bidang keuangan
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang