Ajakan untuk mogok kuliah ini disampaikan BEM SI lewat akun Instagram mereka. "Menyikapi kenaikan biaya pendidikan tinggi," tulis pemberitahuan BEM SI.
Koordinator Media BEM SI Agung Lucky Pradita mengatakan aksi mogok nasional itu dilakukan hanya satu hari.
"Tujuannya adalah sebagai bentuk protes mahasiswa atas kenaikan biaya pendidikan tinggi. Di mana tujuan mogok kuliah adalah agar nantinya menjadi gerakan kolektif yang besar dan bisa didengar oleh Kemendikbud," tutur Agung saat dikonfirmasi, Senin (27/5).
Menurutnya, aksi protes atas pernyataan kuliah tidak wajib. Sebelumnya, Plt Sekretaris Ditjen Diktiristek, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, mengatakan pendidikan tinggi ialah tertiary education atau pendidikan tersier. Tidak masuk dalam wajib belajar 12 tahun.
Tertiary education atau pendidikan tersier adalah pendidikan setelah tingkat menengah atas. Lembaga pendidikan tersier berbentuk politeknik, akademi, universitas, dan institut.
"Selain itu, gerakan mogok kuliah nasional juga sebagai bentuk protes bahwasanya kuliah itu tersier atau tidak wajib," kata Agung.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal