AHY Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 15 Tewas dan 88 Luka

- Selasa, 28 April 2026 | 17:50 WIB
AHY Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 15 Tewas dan 88 Luka

BEKASI Suasana di RSUD Kota Bekasi hari itu agak berbeda. Bukan cuma karena riuh rendah keluarga korban, tapi juga kedatangan seorang menteri. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, atau biasa disapa AHY, datang menjenguk para korban kecelakaan kereta api, Selasa (28/4/2026).

Rumah sakit ini jadi salah satu rujukan utama setelah kecelakaan maut yang terjadi Senin malam, 27 April 2026. Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur itu jujur saja bikin banyak orang terhenyak. Angkanya cukup berat: 15 orang meninggal dunia, dan sedikitnya 88 lainnya luka-luka.

Di dalam ruang perawatan, AHY sempat ngobrol langsung dengan beberapa pasien. Ada yang mengalami dislokasi di bahu, ada juga yang patah tulang. Kondisi mereka, kata dia, beragam.

“Tadi saya juga sempat berdialog dengan pasien. Kondisinya beragam, ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya. Tapi semua tadi bisa berkomunikasi, ditunggui oleh keluarganya,” ucapnya.

Ia juga menyempatkan diri melihat korban yang masih menjalani rawat inap. Beberapa di antaranya, kata AHY, masih menunggu giliran operasi lanjutan.

“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan menunggu operasi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Di sisi lain, proses identifikasi korban terus berjalan. RS Polri Kramat Jati, misalnya, sudah berhasil mengidentifikasi sepuluh jenazah. Prosesnya dilakukan berdasarkan hasil rekonsiliasi data.

“Berdasarkan hasil rekonsiliasi data, 10 jenazah yang ada telah berhasil teridentifikasi,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, sebelum rekonsiliasi itu dilakukan, tim Dokkes sudah menerima data dari pihak keluarga. Total ada sepuluh keluarga yang melaporkan anggota mereka sebagai korban dalam kecelakaan tersebut. Prosesnya memang tidak instan, tapi setidaknya ada sedikit kepastian di tengah duka yang masih mengambang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar